BolaSkor.com - Gelandang Chelsea, Kai Havertz, mulai membuktikan diri jika The Blues tak salah mendatangkannya dengan harga tinggi. Namun, masih ada beberapa kekurangan yang perlu dipoles sang gelandang.

Meskipun yang menyedot atensi utama pada laga melawan Southampton adalah Timo Werner, tetapi Kai Havertz juga layak mendapatkan pujian.

Pemain 21 tahun itu mencetak gol pertama di Premier League dan seharusnya menjadi gol yang membuat Chelsea menang 3-2. Sayangnya, Jannik Vestergaard menyamakan kedudukan jelang akhir pertandingan.

Baca Juga:

Belanja Jor-joran Pemain Chelsea Bakal Percuma jika Performa The Blues Tidak Berubah

Berkonflik dengan Frank Lampard Bikin N'Golo Kante Tak Betah di Chelsea

Lucas Piazon Nilai Adanya Modus Bisnis dalam Sistem Peminjaman Pemain Chelsea

Kai Havertz

Penampilan Havertz pada pertandingan itu menunjukkan sinyal positif. Sang gelandang mulai menemukan ceruk pada posisi sayap. Havertz membuktikan jika uang 80 juta euro yang dikeluarkan Chelsea untuk memboyongnya dari Bayer Leverkusen tak akan menjadi investasi bodong.

Dengan formasi 4-2-3-1 yang diusung Frank Lampard, Kai Havertz dimainkan pada posisi sayap. Havertz mulai bisa menjalin relasi dengan sang striker utama, Timo Werner. Selain itu, tusukan Havertz ke jantung pertahanan lawan juga sulit dihentikan.

Terkait golnya, Havertz masuk ke dalam kotak penalti untuk menyambut umpan silang Timo Werner. Gelandang 21 tahun itu menempatkan bola ke sudut gawang.

Akan tetapi, satu hal yang masih perlu diperbaiki Kai Havertz adalah kecepatan. Sebab, Premier League dikenal sebagai liga yang sangat mengandalkan faktor kecepatan.

Selain itu, Kai Havertz juga perlu lebih baik lagi dalam hal transisi. Pada laga melawan Southampton, Havertz kehilangan bola dan gagal menutup ruang sehingga membuat Danny Ings mencetak gol ke gawang Kepa Arrizabalaga.

Kai Havertz wajib berpacu dengan waktu untuk terus menunjukkan grafik menanjak. Namun, sejauh ini, ia berada dalam jalur positif.