BolaSkor.com - Granada secara mengejutkan mengalahkan juara bertahan LaLiga dua kali beruntun, FC Barcelona, dalam lanjutan pekan lima LaLiga di Los Carmenes, Minggu (22/9) dini hari WIB. Granada menang 2-0 via gol Ramon Azeez (2') dan penalti Alvaro Vadillo (66').

Berkat hasil itu, Granada masih bertahan di puncak klasemen sementara LaLiga dengan raihan 10 poin dan terpaut tiga poin dari Barcelona di urutan tujuh. Granada dapat disalip Sevilla atau Real Madrid yang baru akan bertemu di Ramon Sanchez Pizjuan pada Senin (23/9) dini hari WIB.

Bagi Barcelona kekalahan itu menambah catatan minor mereka di laga tandang musim ini. Empat laga tandang telah dilalui Barcelona di seluruh kompetisi dan mereka urung menang melawan Athletic Bilbao (0-1), Osasuna (2-2), Borussia Dortmund (0-0) di Liga Champions, dan kini kontra Granada.

Baca Juga:

Hasil Pertandingan Liga-liga Eropa: Kota Milan Berwarna Biru-Hitam, Barcelona Tersungkur

Ditekuk Granada, Luis Suarez Akui Barcelona Jago Kandang

Rapor Keuangan Masih Merah, Barcelona Butuh Dana Segar

Barcelona punya kesulitan menang di laga tandang

Kekhawatiran fans melihat catatan Barcelona kala mentas di markas lawan diwakili oleh Ernesto Valverde. Pelatih Barcelona itu juga resah melihat kesulitan Lionel Messi dan kawan-kawan ketika melakoni laga tandang.

"Saya khawatir karena laga tandang kami tidak mendapatkan hasil yang bagus. Ketika empat pertandingan tandang telah berlalu, ini adalah gejala bahwa ada sesuatu yang tidak terlalu bagus," tutur Valverde, sebagaimana dilansir dari Football-Espana.

“Sudah jelas bahwa ini bukan statistik yang bagus untuk kami dan itu tidak sejalan dengan apa yang telah kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir. Ini berkaitan dengan apa yang sudah saya katakan, kami belum bagus di laga tandang,” tambahnya.

Apabila dihitung dari musim lalu plus satu laga Liga Champions musim ini, maka total Barcelona sudah gagal menang di markas lawan selama delapan laga.

Menurut catatan dari Marca, Barcelona hanya mencetak lima gol dan catatan ini tak pernah terjadi sebelumnya sejak era kepelatihan Lorenzo Serra Ferrer dan kemudian Carles Rexach pada 2000-01.

Sebuah pekerjaan rumah besar tentunya bagi Valverde menemukan solusi atas permasalahan tersebut. Jika hal itu terus berlanjut, bukan tidak mungkin karier eks pelatih Athletic Bilbao itu terancam pemecatan di Barcelona.