BolaSkor.com - Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate tetap tenang dalam merespons kekalahan dari Italia pada lanjutan UEFA Nations League. Ia merasa The Three Lions justru bergerak ke arah yang benar.

Dalam matchday kelima grup C League A yang berlangsung di San Siro, Sabtu (24/9) dini hari WIB, Inggris harus takluk dengan skor 0-1. Kekalahan ini membuat Harry Kane dan kawan-kawan dipastikan terdegradasi ke League B.

Inggris memang tidak sepenuhnya bisa dikatakan tampil buruk. Tim asuhan Southgate nyatanya lebih menguasai permainan dan lebih banyak memberikan ancaman.

Baca Juga:

Tutup Kuping, Gareth Southgate Tetap Percaya Penuh kepada Harry Maguire

UEFA Nations League: Mimpi Buruk Timnas Inggris

Hasil UEFA Nations League: Italia Degradasikan Inggris, Jerman Kalah Mengejutkan

Namun Italia terbukti lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Giacomo Raspadori mencetak gol kemenangan Gli Azzurri lewat tembakan akurat pada menit ke-68.

Hasil ini tentu akan mengganggu mental para pemain Inggris jelang berlaga di Piala Dunia 2022. Namun Southgate justru berpikir sebaliknya.

“Ini adalah periode di mana pada akhirnya hasil akan menjadi hal yang membuat semua orang bereaksi. Namun saya pikir ada banyak hal positif bagi kami sebagai tim malam ini," kata Southgate usai laga dilansir dari BBC.

"Banyak penampilan individu yang bagus. Saya pribadi berpikir penampilan ini adalah langkah ke arah yang benar."

Inggris asuhan Southgate mengalami penurunan performa usai menjadi finalis Piala Eropa 2020. Padahal materi pemainnya tidak banyak berubah.

Bedanya, sejumlah pemain andalan Southgate tengah mengalami penurunan performa. Beberapa di antaranya mulai lebih sering menghangatkan bangku cadangan.

Salah satu masalah Inggris yang paling mencolok adalah tumpulnya lini depan. Mereka sudah tak mencetak gol dalam tiga laga terakhir secara beruntun.

Fakta tersebut tentu mengejutkan karena Inggris memiliki sederet bomber haus gol. Southgate bahkan sampai kehabisan kata-kata untuk menjelaskan penyebabnya.

“Sangat sulit untuk menentukan mengapa kami tidak mencetak gol. Kami memiliki momen di mana kami akan mendapatkan peluang tetapi kami tidak memberikan kualitas dalam penyelesaian akhir," tutupnya.