BolaSkor.com - Manchester United menelan kekalahan dengan agregat gol terbesar di fase gugur kala melawan Barcelona di perempat final Liga Champions. Perbedaan kelas di antara kedua tim membuat Ole Gunnar Solskjaer, manajer United, yakin bahwa timnya masih harus banyak berbenah.

Kalah 0-1 dari leg pertama di Old Trafford, Setan Merah tak berdaya di leg dua yang berlangsung di Camp Nou, Rabu (17/4) dini hari WIB, dan kalah 0-3 melalui dua gol Lionel Messi dan Philippe Coutinho. Total, United kalah agregat 0-4.

Media-media di Eropa, khususnya di Inggris, sepakat menilai kelas United masih jauh dibanding klub-klub top Eropa lainnya. Pun demikian menurut Solskjaer. Legenda United medio 1996-2007 itu melihat adanya pekerjaan besar untuk membangun kembali kejayaan klub untuk mengimbangi tim-tim top Eropa lainnya.

Baca Juga:

Dua Talenta Lokal Belanda Redam Gemerlap Kebintangan Cristiano Ronaldo di Turin

Lionel Messi ke Semifinal, Perjalanan Cristiano Ronaldo Kandas di Fase Gugur Liga Champions

Barcelona 3-0 Manchester United: Lionel Messi Pimpin Blaugrana ke Semifinal

Barcelona vs Manchester United di Camp Nou

"Kami tengah mengerjakannya dan kami telah berbicara kepada para pemain mengenai bagaimana caranya kami mengeluarkan kemampuan terbaik, menciptakan lingkungan karakter kelas top, kelas dunia, setiap harinya," tutur Solskjaer, dikutip dari Guardian.

"Kami punya pemain-pemain bagus dan kami benar-benar melakukannya dengan baik di perempat final dan menantang empat besar (di Premier League). Tapi, kami punya pekerjaan membangun kembali (kejayaan United)."

"Kami tahu ada pekerjaan yang harus dilakukan. Saya terus mengatakannya bahwa ini tidak akan berubah dalam waktu semalam dan beberapa tahun ke depan akan jadi hal besar mencapai level Barcelona dan tim-tim lainnya," terang pelatih asal Norwegia itu.

Salah satu faktor pembeda Barca di laga melawan Man United ialah sosok La Pulga. Messi tanpa ampun mengonversi peluang jadi gol kala memanfaatkan blunder Ashley Young, lalu di gol kedua tercipta karena blunder besar ala Loris Karius yang dilakukan David De Gea.

"Kami terlihat spektakuler, kami telah memperlihatkan kemampuan tim. Di lima menit pertama kami tegang, tapi kami memainkan sepak bola hebat. Gol pertama saya tercipta dengan kuat dan gol kedua beruntung," ucap Messi pasca laga.

"Treble? Tidak, tidak, sedikit demi sedikit, kami seharusnya tidak rileks. Sekarang, kami harus memikirkan cara untuk segera mengakhiri (titel) LaLiga dan kemudian, kami akan memainkan semifinal Liga Champions."

Solskjaer juga tidak luput memuji peran hebat megabintang asal Barelona itu. Tiap kali menyentuh bola, Messi selalu menghadirkan ancaman besar bagi pertahanan United yang digalang Chris Smalling dan Phil Jones.

"Dia (Messi) talenta yang luar biasa hebat. Dia dan Cristiano (Ronaldo) telah menjadi pemain terbaik dunia selama sedekade terakhir. Dia memperlihatkan malam ini mengapa kami memikirkannya dan mengapa tim ini telah memenangi begitu banyak titel Liga Champions," tambah Solskjaer.

"Kapan pun dia menerima bola di sekitar area kotak penalti dia akan jadi sangat menentukan dan sayangnya bagi kami, dia pembeda hasil akhir pertandingan," urainya.

Kini, fokus Man United tertuju pada target finish di empat besar Premier League untuk bermain kembali di Liga Champions musim depan. United kini terpaut dua poin dari Arsenal di peringkat empat klasemen dan Arsenal punya satu laga tunda.

Pada tiga laga berikutnya di Premier League, Man United akan melawan Everton (21/4), Manchester City (25/4), dan Chelsea (28/4). Laga pertama dihelat di Goodison Park dan dua laga yang disebut terakhir dimainkan di Old Trafford.