BolaSkor.com - Sepak terjang striker berusia 20 tahun Erling Haaland musim lalu bersama RB Salzburg dan Borussia Dortmund tidak lepas dari pengamatan media Italia, Tuttosport. Berkat penampilan hebatnya Haaland menerima penghargaan Golden Boy 2020.

Penghargaan yang diperuntukkan untuk pemain terbaik berusia 21 tahun atau di bawahnya pada liga-liga top Eropa, yang diprakarsai Tuttosport dimenangi oleh Haaland, striker yang berasal dari Norwegia.

Sebagaimana dilansir dari Tuttosport Haaland mengalahkan kandidat lainnya seperti Ansu Fati (Barcelona), Mason Greenwood (Manchester United), dan Alphonso Davies (Bayern Munchen). Tahun lalu striker Atletico Madrid Joao Felix memenanginya.

Penghargaan Golden Boy 2020 memperlihatkan pengakuan akan kualitas Haaland dengan potensi cerah jadi striker top dunia. Musim lalu dia menorehkan 44 gol di seluruh kompetisi (16 gol dari 18 laga dengan Salzburg dan sisanya bersama Dortmund).

Baca Juga:

Youssoufa Moukoko, Wunderkind Dortmund yang Bikin Bundesliga Ubah Aturan

Nama Baru untuk Pertahanan Manchester United

Ansu Fati Jadi Kuda Hitam dalam Daftar Kandidat Golden Boy 2020

Erling Haaland

Die Borussen memenangi servis putra Alf-Inge Haaland pada Januari 2021 dari tim lain yang tertarik merekrutnya, Manchester United dan Real Madrid. Musim lalu Haaland hanya kalah dari striker Bayern Munchen, Robert Lewandowski yang setidaknya mencetak 10 gol (rasio Lewandowski 81,2 dan Haaland 81,7).

Ayah Haaland, Alf-Inge Haaland berbicara mengenai nasib masa depan putranya. Saat ini ia tak banyak berkomentar dan fokus anaknya hanya untuk Dortmund besutan Lucien Favre.

"Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kami belum membicarakan langkah seperti itu. Saya pikir dia ingin memenangkan beberapa trofi bersama Dortmund. Itu adalah tujuannya. Erling masih bisa meraih banyak hal di Jerman dan membuat kemajuan besar. Bergerak ke luar negeri bukanlah prioritas bagi kami," tutur Alf-Inge Haaland.

"Saya terkadang berpikir dia ingin dan bisa menegaskan dirinya di liga mana pun. Saat ini, dia bahagia di Bundesliga dan fokus pada Dortmund. Dia hanya ingin menjadi pemain yang lebih baik dan tidak melihat terlalu jauh ke depan," urai dia.