BolaSkor.com - Liverpool gagal mengalahkan Arsenal pada leg pertama semifinal Piala Liga 2021-2022. Sang manajer, Jurgen Klopp menganggap hasil ini disebabkan sang lawan yang bermain dengan sepuluh orang.

Dalam laga yang berlangsung di Anfield, Jumat (14/1) dini hari WIB, Liverpool dan Arsenal bermain imbang 0-0. Padahal The Reds mendominasi penuh jalannya pertandingan.

Liverpool langsung menggempur pertahanan Arsenal sejak awal pertandingan. Roberto Firmino dan kawan-kawan memang butuh kemenangan untuk membuka peluang lolos ke final.

Baca Juga:

Arsenal, Tim Pertama yang Membuat Liverpool Mati Kutu di Anfield

Hasil Pertandingan: Liverpool Diimbangi Arsenal, Milan Menang

Liverpool Vs Arsenal: Menagih Janji Jurgen Klopp

Namun absennya Mohamed Salah dan Sadio Mane yang tengah tampil di Piala Afrika mempengaruhi gaya main Liverpool. Kreativitas mereka dalam membongkar pertahanan lawan seolah berkurang.

Liverpool kemudian mendapat angin setelah Arsenal harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-24. Granit Xhaka menerima kartu merah langsung setelah menendang perut Diogo Jota meski tidak sengaja.

Sayangnya keunggulan jumlah pemain gagal dimanfaatkan Liverpool. Total 17 tembakan yang mereka ciptakan tak ada artinya karena hanya satu yang mengarah ke gawang.

Meski begitu, Klopp punya pandangan menarik terkait hal ini. Ia merasa timnya lebih kesulitan saat Arsenal bermain dengan sepuluh orang.

"Kami memulai permainan seperti yang kami inginkan dan kemudian ada kartu merah. Kami lalu bermain melawan tim dengan pertahanan blok rendah," kata Klopp usai laga.

"Melawan pertahanan blok rendah dengan tim yang paling baik adalah sulit dan jelas kami tidak melakukannya."

Arsenal memang fokus bertahan usai bermain dengan sepuluh pemain. Hal itu membuat Liverpool mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 79 persen.

Klopp menilai kondisi tersebut justru membuat tim asuhannya tidak nyaman. Hal ini turut mempengaruhi penyelesaian akhir anak-anak asuhnya.

"Kami membuat beberapa keputusan yang salah, terlalu terburu-buru, sepertinya tiba-tiba kami merasa di bawah tekanan yang tidak masuk akal. Ini adalah situasi yang khas," tambahnya.

"Kami tidak dapat menciptakan cukup banyak peluang untuk situasi yang kami hadapi saat bermain melawan 10 orang."

Meski begitu, Klopp menilai peluang timnya untuk melaju ke final belum tertutup. Liverpool memang masih punya peluang untuk mengalahkan Arsenal di kandang lawan.

"Ketika mungkin Arsenal merasa dalam posisi yang lebih baik saat ini, kami merasa pertandingan ini sudah berakhir. Jadi kami akan mencobanya lagi Kamis depan," tutupnya.