BolaSkor.com - Kasus penganiayaan yang menimpa Mason Greenwood akan berdampak besar dalam kariernya. Pemain berusia 20 tahun tersebut terancam didepak dari Manchester United.

Greenwood membuat heboh media sosial setelah diduga melakukan penganiayaan kepada mantan kekasihnya, Harriet Robson. Hal ini tak lepas dari disebarnya unggahan foto dan video yang menunjukkan bukti-bukti kekerasan lewat akun media sosial Robson.

Masalah ini dengan cepat menjadi sorotan banyak orang. Kepolisian Manchester bahkan bergerak cepat dengan langsung mengamankan Greenwood untuk dimintai keterangan.

Baca Juga:

Cuci Gudang Manchester United, Donny van de Beek ke Everton

Pernyataan Man United Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Greenwood kepada Sang Pacar

DNA Manchester United Telah Hilang

Harriet Robson dan Mason Greenwood

Andai terbukti bersalah, hukuman penjara sudah menanti Greenwood. Hal ini juga secara otomatis menghentikan kariernya bersama Manchester United.

Manchester United memang bertindak cepat untuk menanggapi kasus ini. Manajemen Setan Merah sudah membekukan Greenwood dari aktivitas klub hingga kejelasan masalah ini terungkap.

Meski begitu, Manchester United diyakini akan langsung memecat Greenwood andai terbukti bersalah di pengadilan. Hal ini wajib dilakukan untuk menjaga citra klub.

“Kami tidak akan membuat komentar lebih lanjut sampai fakta telah terungkap jelas. Manchester United tidak memaafkan kekerasan dalam bentuk apapun," bunyi pernyataan resmi Manchester United.

"Mason Greenwood tidak akan kembali berlatih atau memainkan pertandingan sampai pemberitahuan lebih lanjut."

Greenwood merupakan produk akademi Manchester United yang mulai berevolusi menjadi andalan tim utama. Ia sudah mencetak 35 gol dari 129 laga sejak melakoni debut pada Maret 2019.

Manchester United tentu tak bisa pasang badan untuk Greenwood dalam kasus ini. Isu pelecehan dan kekerasan kepada wanita merupakan isu yang sensitif.

Manchester United bahkan sudah mendapat peringatan dari badan awal wanita terkemuka Inggris, Women'S Aid. Mereka menuntut pihak klub untuk ikut bertanggung jawab.

“Sangat penting bahwa semua pemberi kerja, serta pihak berwenang, mengakui kekerasan dalam rumah tangga sebagai kejahatan serius. Manchester United, FA dan polisi harus mengambil tindakan yang sesuai," kata kepala eksekutir Women's Aid, Farah Nazeer.

"Ini kemungkinan akan menjadi kasus profil tinggi, sehingga kami dan dunia sedang memperhatikan. Pria, wanita, anak laki-laki dan perempuan yang memandang atlet sebagai pahlawan perlu tahu bahwa tidak pernah ada alasan untuk pelecehan, tidak peduli siapa Anda."