BolaSkor.com - Zlatan Ibrahimovic pernah menganalogikan dirinya seperti Benjamin Button, sosok fiktif yang mengalami fase penuaan dengan cara berbeda. Jika orang pada normalnya semakin menua seiring bertambahnya usia, Benjamin Button justru semakin muda.

Ibrahimovic melihat dirinya sebagai Benjamin Button karena pada usia yang semakin senja dan mendekati 40 tahun, ia masih bisa bersaing dengan pemain-pemain yang lebih muda di level top Eropa.

Hal itu bisa dilihat saat ini. Alih-alih bermain di MLS atau di Asia seperti pesepak bola di penghujung karier dan kemudian pensiun, Ibrahimovic masih memperkuat AC Milan di salah satu liga top Eropa.

Musim ini Ibra sudah mencetak 17 gol dari 23 penampilan di seluruh kompetisi untuk Milan, angka yang hebat untuk pemain di usianya. Swedia pun memanggilnya kembali setelah lima tahun tak bermain setelah menyatakan pensiun.

Baca Juga:

Ibrahimovic dan 5 Pemain Bintang yang Lakoni Comeback ke Timnas

Zlatan Ibrahimovic Tandai Comeback dengan Assist dan Kemenangan

'The Return of the God', Ibrahimovic Kembali Bela Timnas Swedia

Zlatan Ibrahimovic dengan timnas Swedia

Comeback Ibra diwarnai assist yang berujung kemenangan 1-0 Swedia atas Georgia di laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Kualitas Ibra masih terlihat di laga itu meski usianya berumur 39 tahun. Keahlian ninja. Itulah kata-kata yang dituturkan Ibrahimovic.

"Saat saya bermain, saya mencoba melakukan hal-hal yang saya biasa lakukan. Tidak ada yang saya rencanakan untuk lakukan atau pikirkan untuk dilakukan sebelum pertandingan; itu hanya hal-hal impulsif," tutur Ibra dikutip dari Goal.

"Saya masih bisa melakukan gerakan-gerakan itu, skill ninja. Saya masih memilikinya dalam diri saya, meskipun saya berusia 39 tahun."

"Perasaan itu luar biasa. Saya baru saja merindukan penonton Swedia, para penggemar, karena terakhir kali saya bermain di sini adalah stadion penuh dan suasananya berbeda ketika penuh tetapi sisanya luar biasa."

"Saya sangat senang. Saya sangat bangga. Saya memiliki perasaan yang luar biasa ketika saya berada di lapangan dan saya mencoba memberikan yang terbaik, seperti setiap saat, untuk membantu rekan satu tim dan membantu diri saya sendiri untuk tampil."

Ibra memiliki target membantu Swedia lolos ke Piala Dunia 2022 dan mencetak gol di turnamen, hal yang tak dapat dilakukannya pada 2002 dan 2006.

"Saya punya satu hal dengan Piala Dunia dan itu adalah saya tidak pernah mencetak gol di Piala Dunia, jadi itu adalah sesuatu yang harus saya kalahkan," imbuh Ibra. "Saya tidak bisa membiarkannya tanpa gol."

Penilik ban hitam taekwondo

Ban hitam dalam taekwondo merupakan bukti bahwa Ibra bukan pesepak bola biasa, tapi juga berpengalaman dan menguasai kemampuan taekwondo. Tak heran jika gol-gol indah dan mengejutkan kerap lahir dari kakinya.

Ibra menerima ban hitam taekwondo dari Mauro Sarmiento, ahli bela diri yang memenangi medali perak pada Olimpiade 2008 untuk Italia. Menurut Daily Telegraph Ibra meraih ban hitam itu pada usia 17 tahun.

"Seandainya dia memiliki fokus yang sama pada taekwondo seperti yang dia lakukan pada sepak bola, dan mampu bertaruh dengan cara yang sama, jelas bahwa dia bisa sama baiknya," ucap pelatihnya di Swedia, Leif Almo.

Latar belakang sebagai pemilik ban hitam taekwondo menjadi salah satu faktor jenjang karier panjang Ibrahimovic. Itu membantunya menguasai Eropa dengan memenangi trofi bersama klub-klub seperti Juventus, Inter Milan, AC Milan, Barcelona, PSG, dan Manchester United.