BolaSkor.com - Bukan rahasia apabila Hari Raya Natal kerap kali menghadirkan keajaiban. Berbagai kisah-kisah menarik sering diceritakan guna menunjukkan magis Hari Kelahiran Yesus Kristus tersebut.

Hari Raya Natal identik dengan kehangatan dan kasih sayang. Tidak heran apabila hari tersebut lekat dengan rasa cinta serta kedamaian dan dirayakan bersama keluarga juga orang-orang terkasih.

Sayangnya, suasana berbeda pada Hari Raya Natal 1914. Sudah beberapa bulan menjelang perayaan Natal, perang berkecamuk. Tepatnya sejak 28 Juli tahun yang sama.

Alhasil, suasana mencekam justru menghiasi persiapan menjelang Hari Raya Natal. Maklum, Perang Dunia I yang melibatkan sejumlah negara tengah berlangsung.

Jauh sekali kehangatan dan kasih sayang Hari Raya Natal dirasakan kala itu. Suasana Perang Dunia I yang mencekam justru menghiasi persiapan hari suci tersebut.

Baca Juga:

Menilai Pengaruh Ancaman Spaxit untuk Sepak Bola Spanyol

Boxing Day: Nazi dan Aib Terbesar Sepak Bola Prancis

Pertandingan Sepak Bola Perang Dunia I

Mendekati 25 Desember, tentara dari Prancis, Jerman dan Inggris Raya bertemu di daerah Flanders Fields, Belgia. Kebetulan, daerah tersebut disebut sebagai no man's land.

No man's land sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut sebuah daerah dalam kondisi perang. Daerah yang dimaksud, tidak boleh dikuasai oleh salah satu pihak dan tempat bernegosiasi.

Saat itu, perwakilan dari ketiga negara membahas perayaan Hari Raya Natal dan malam sebelumnya. Di sana, keajaiban Natal pun tercipta karena pembicaraan berjalan dengan hangat.

Setelah itu, ketiga pihak merayakan Hari Raya Natal dengan bertukar makanan serta suvenir. Kemudian, terdapat acara penguburan korban yang berguguran secara bersama.

Acara dilanjutkan dengan pertukaran tahanan perang antar pihak. Ketiga negara juga menyanyikan lagu-lagu Natal bersama-sama sembari melupakan sejenak perang yang sedang mereka ikuti.