BolaSkor.com - Musim 2021-2022 telah berakhir dan Manchester United sudah memiliki manajer baru: Erik ten Hag. Tapi selepas musim berakhir dan Ten Hag dipastikan melatih United, ada satu keanehan dari kabar yang muncul.

Laman resmi Man United tiba-tiba mengumumkan apabila Ralf Rangnick telah sepenuhnya pergi dari klub. Tugasnya sebagai manajer interim telah berakhir, tapi Rangnick sedianya punya kontrak dua tahun sebagai konsultan klub.

Menilik dari situs resmi Manchester United Rangnick akan fokus sepenuhnya menjadi pelatih timnas Austria, tanpa adanya tugas sampingan sebagai konsultan.

Baca Juga:

Pesan Perpisahan Edinson Cavani kepada Manchester United

Kouadio Kone, Alternatif Manchester United jika Gagal Dapatkan Frenkie de Jong

Mereka yang Dibuang Manchester United, tetapi Raih Kesuksesan di Roma

“Kami ingin berterima kasih kepada Ralf Rangnick atas usahanya sebagai manajer sementara selama enam bulan terakhir," tutur pernyataan di laman resmi Man United

“Dengan kesepakatan bersama, Ralf sekarang hanya akan fokus pada peran barunya sebagai manajer tim nasional Austria dan karena itu tidak akan mengambil peran sebagai konsultan di Old Trafford."

"Kami ingin mendoakan yang terbaik untuk Ralf di babak berikutnya dalam kariernya," tambah pernyataan itu.

Itu menjadi pertanyaan. Bagaimana bisa Man United dan Rangnick tak melanjutkan kerja sama setelah sepakat pada kontrak konsultan? Berbagai macam faktor disinyalir jadi penyebabnya.

Faktor-faktor Kepergian Ralf Rangnick

Sejak memimpin United dari Desember menggantikan Ole Gunnar Solskjaer, Rangnick bisa dinilai gagal meningkatkan performa United yang pada akhirnya tak masuk empat besar dan memenangi trofi.

Dalam periode itu juga Rangnick seringkali terlihat membongkar aib klub saat berbicara kepada media, mulai dari kebijakan transfer hingga kondisi di kamar ganti pemain.

"Satu-satunya kelemahan adalah Rangnick sosok yang vokal secara obyektif dan pakar rekrutmen yang memiliki keberanian untuk memanggil pemain-pemain dalam skuad yang paling tidak peduli dalam beberapa dekade. Klub tidak dapat mundur ke budaya tersebut," tutur Samuel Luckhurst, Kepala Penulis di Manchester Evening News.

Faktor lainnya adalah ketidaksamaan visi dengan Ten Hag. Rangnick dan Ten Hag dikabarkan sudah berbicara, tapi tidak bertemu langsung, dan keduanya tak memiliki kesamaan visi.

"Dapat info Ten Hag dan Rangnick tidak bertemu langsung - diskusi panjang sedang berlangsung di telepon. Rangnick akan menangani Austria untuk pertama kalinya vs Kroasia pada hari Jumat," imbuh Luckhurst.

Kepergian Rangnick menimbulkan pertanyaan ketika ia belum sepenuhnya menjalani tugas sebagai konsultan. Peran itu sendiri juga unik dan sempat dipertanyakan legenda United, Roy Keane beberapa waktu lalu.

“Dia (Rangnick) bisa melakukan itu (jadi konsultan) selama beberapa minggu ke depan. Itu bisa hanya dalam jangka pendek, di mana dia hanya menyampaikan informasi ketika dia bekerja dengan para pemain. Gagasan bahwa dia perlu tetap sebagai konsultan, saya tidak melihatnya," terang Keane.

"Berapa banyak orang yang Anda butuhkan di klub Anda untuk menyampaikan informasi kepada manajer? Dia akan membawa stafnya sendiri."

"Mereka punya direktur teknis, kepala eksekutif, mereka akan memiliki jaringan pemandu bakat, jadi tentu saja manajer akan melihat itu .... berapa banyak pendapat yang Anda butuhkan?"

"Dia dapat membantu manajer ketika dia pertama kali datang dengan beberapa panggilan telepon. Gagasan bahwa dia dapat bekerja satu atau dua hari dalam sebulan dan membantu Manchester United, saya tidak melihatnya."