BolaSkor.com - Tidak ada satupun warga Korea Selatan (Korsel) yang melupakan sepak terjang Timnas Korsel di Piala Dunia 2002. Bagaimana tidak, berstatus tuan rumah bersama Jepang, Korsel terus melaju hingga ke semifinal dengan menyingkirkan tim kuat seperti Italia dan Spanyol, sebelum akhirnya kalah 0-1 dari Jerman.

Dilatih oleh Guus Hiddink, bintang-bintang Korsel yang terkenal dari skuat di tahun 2002 adalah: Park Ji-sung, Ahn Jung-hwan, Lee Young-pyo, Lee Chun-soo, Choi Sung-yong, dan Seol Ki-hyeon. Kendati gugur di semifinal dan juga kalah 2-3 dari Turki di perebutan juara ketiga, warga Korsel akan tetap mengapresiasi perjuangan Hong Myung-bo cs.

Ki Sung-yueng, gelandang Swansea City yang kini menjadi kapten Timnas Korsel, tidak terlibat dalam skuat Korsel di tahun 2002. Namun, ia mengingat baik sepak terjang Korsel kala itu. Turnamen yang berlangsung 16 tahun silam memberikan dampak besar kepadanya.

"Setiap stadion, setiap jalan -seluruh tempat di Korea- dipenuhi baju warna merah. Saya berada di Australia kala itu (Ki tengah kuliah), jadi saya tak bisa merasakan atmosfer yang luar biasa hebat, tapi saya masih melihatnya di televisi. Saya tidak percaya kami bermain melawan tim seperti Italia, Spanyol, Portugal, dan Jerman," tutur Ki dalam wawancaranya bersama FIFA, Rabu (11/4).

"Sedikit mengejutkan melihat hal tersebut terjadi. Tidak ada satupun orang di Korea kami bisa mencapai semifinal Piala Dunia. Saat itu benar-benar luar biasa dan sesuatu yang sulit dicapai lagi. Tim yang berada saat itu di Korea merupakan pahlawan."

Sedekade lebih berlalu, Ki, 29 tahun, sudah mengemas 99 caps dan 10 gol untuk Timnas Korsel. Untuk kali pertamanya juga ia akan menjadi kapten di Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia. Ki sangat berpengalaman karena pernah bermain di Piala Dunia 2010 dan 2014.

"Piala Dunia nanti akan berbeda dibanding dua Piala Dunia yang telah saya mainkan. Saya tahu saya memiliki tanggung jawab sekarang kepada tim, negara. Sebagai kapten, Anda harus memberikan contoh dan tampil lebih baik dari pemain lainnya," imbuh Ki.

"Ada banyak tekanan dan terkadang, hal itu membuat stres, tapi saya bangga menjadi kapten negara saya. Semoga saja, kami bisa tampil bagus dan melaju lebih dari fase grup. Itulah tujuan saya dan juga tujuan tim."

Pengagum sejati Hong Myung-bo tersebut juga telah belajar banyak dari Park, yang juga pernah membela Manchester United. Pelajaran itu diharapkannya dapat membantunya di Piala Dunia 2018 mendatang. Timnas Korsel tergabung di grup berat yang dihuni tim-tim yang memiliki ranking FIFA di atas mereka, yaitu: Meksiko, Swedia, dan sang juara bertahan, Jerman. Ki berharap, Korsel dapat memainkan laga pembuka melawan Swedia dengan baik.

"Grup yang sulit. Semuanya dapat berkata mereka lebih baik dibanding kami, karena mereka semua memiliki ranking FIFA yang lebih tinggi. Tapi dalam sepak bola, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, terutamanya di Piala Dunia. Meskipun ada tim-tim yang lebih baik dari kami, terkadang kami bisa mengalahkan mereka," tambah Ki.

"Laga pertama melawan Swedia merupakan tes terbesar kami. Jika kami menang, maka kami tahu apa yang dapat terjadi. Tapi, jika kami tak meraih apapun dari laga itu, saya pikir akan sulit bagi kami lolos dari penyisihan grup."

Guna mewujudkan impian melaju jauh di Piala Dunia 2018, Korsel memiliki senjata andalan bernama Son Heung-min. Pemain berusia 25 tahun tengah on fire mencetak gol dan berkembang pesat bersama Mauricio Pochettino di Tottenham Hotspur. Son dapat berperan sebagai winger atau penyerang sentral. Kehadiran Son pun dijadikan pesan untuk Ki kepada rival: Son patut diwaspadai.

"Dia pemain utama kami dan salah satu yang dapat mengancam tim lain. Serangan kami sangat bergantung kepadanya. Dia mencetak banyak gol untuk Spurs dan memperlihatkan kualitasnya, bahwa dia bisa bermain sebagai striker, winger, atau pemain nomor 10 (playmaker)," sambung Ki.

"Dia punya kemampuan hebat dan semoga saja, dia bisa mencetak beberapa gol untuk kami. Saya pikir lawan akan takut kepadanya. Kualitasnya berbahaya. Kapanpun dia memiliki peluang, selalu ada peluang gol tercipta," urainya.