BolaSkor.com - Dalam sejarah sepak bola Eropa timnas Portugal selalu memiliki pemain-pemain top yang menghiasi timnas dari era Luis Figo hingga Cristiano Ronaldo, tetapi berapa trofi internasional yang pernah mereka menangi? Dua.

Selain UEFA Nations League yang memang belum lama ini digagas UEFA, Portugal pernah memenangi titel Piala Eropa 2016 setelah menjadi runner-up pada 2004. Satu titel saja tapi itu cukup bermakna.

Seperti kata-kata "setiap perjalanan memiliki ceritanya masing-masing" begitu juga timnas Portugal di Piala Eropa 2016. Portugal memiliki mastermind hebat dalam diri Fernando Santos, plus megabintang Cristiano Ronaldo.

Performa Portugal sepanjang turnamen sedianya tidak terlalu spesial, bahkan Italia dan Spanyol tampil lebih baik dari segi permainan. Itu bisa terlihat ketika Portugal lolos dari fase grup dengan menempati peringkat tiga klasemen grup F.

Baca Juga:

Tanda Tanya Masa Depan Cristiano Ronaldo di Juventus

7 Pemain yang Bisa Pensiun Usai Piala Eropa 2020

5 Rekor yang Bisa Dipecahkan Cristiano Ronaldo di Piala Eropa 2020

Laga Portugal melawan Hungaria

Hungaria dan Islandia lolos sebagai pemuncak klasemen dan runner-up dengan koleksi lima poin, diikuti Portugal (tiga poin), dan Austria dengan satu poin. Ronaldo mencetak dua gol di laga terakhir kala Hungaria imbang 3-3 dengan Portugal.

Pada fase gugur barulah Santos mengeluarkan kehebatannya dalam meracik strategi. Santos cerdik kala memilih pemain pengganti, menilai situasi dengan tenang, dan memiliki kemampuan menempatkan pemain pada posisi yang tepat.

Permainan Portugal bukan yang terbaik, tetapi seperti halnya Prancis arahan Didier Deschamps ketika memenangi Piala Dunia 2018, Portugal sudah mengawalinya pada 2016: permainan bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Dari 16 besar hingga ke final Portugal menyingkirkan Kroasia (1-0), Polandia (5-3 dari drama adu penalti setelah imbang 1-1 di waktu normal), dan Wales (2-0). Di final mereka bertemu tuan rumah yang jadi favorit juara, Prancis.

Drama Cristiano Ronaldo

Final dihelat di Stade de France. Portugal arahan Santos bermain dengan taktik 4-1-3-2 dan Prancis dengan formasi 4-4-2. Ronaldo hanya sanggup bermain selama 25 menit karena cedera. Tangis keluar dari air matanya.

"Itu adalah momen yang sangat, sangat sulit. Itu adalah momen yang sangat sulit bagi saya dan tim," kata bek Portugal Cedric Soares tentang cedera Ronaldo. "Saya pikir semua orang sedikit terkejut tetapi di paruh babak pertama Cristiano menuturkan kata-kata yang fantastis kepada kami."

Cedera Cristiano Ronaldo

Ronaldo memang tidak langsung meninggalkan lapangan pertandingan setelah cedera dan diangkut keluar. Dia tetap berada di area teknik dan seolah menjadi asisten pelatih Fernando Santos dalam memberikan instruksi.

Pertandingan berlangsung dengan sangat ketat sampai sebuah gol dari pemain yang tak diduga, Eder tercipta di menit 109 ke gawang Prancis yang dijaga Hugo Lloris. Ronaldo merayakannya bersama Santos (seolah lupa kakinya sedang cedera).

Sepanjang pertandingan selepas cedera, Ronaldo terus berteriak di sisi lapangan dan mengarahkan rekan setimnya, seakan dia pelatih di timnas Portugal.

"Kapten kami berusaha keras," kata Fernando Santos soal Ronaldo. "Dia memiliki semangat tim yang luar biasa. Dua kali dia mencoba untuk kembali ke lapangan terlepas dari cederanya tetapi dia berada di ruang ganti dan di bangku cadangan sangat penting bagi kami. Dia percaya - sama seperti saya - bahwa itu akan menjadi malam kami."

Ronaldo sudah sedikit memperlihatkan karier masa depannya apabila pensiun kelak, yakni jadi pelatih. Salah satu karakter itu telah dimilikinya. Terlebih pengalaman Ronaldo dilatih oleh pelatih-pelatih top seperti Sir Alex Ferguson, Jose Mourinho, Carlo Ancelotti tak ternilai.

Sepanjang turnamen Piala Eropa 2016 Ronaldo tidak hanya menjadi sosok kapten di lapangan pertandingan, menunjukkan kualitasnya sebagai pemain terbaik dunia, tetapi juga jadi sosok berkarakter kuat di area teknik.

Cristiano Ronaldo dan Eder

"Dia (Ronaldo) memberi kami banyak kepercayaan diri dan dia berkata, 'Dengarkan teman-teman, saya yakin kami akan memenangkan Piala Eropa ini jadi tetap bersama dan berjuang untuk itu'," tambah Cedric.

"Itu tidak bisa dipercaya. Semua tim memiliki sikap yang fantastis dan menunjukkan bahwa ketika Anda bertarung sebagai satu tim, Anda jauh lebih kuat."

"Dia fantastis. Sikapnya tidak bisa dipercaya. Di babak pertama dia banyak membantu, rekan-rekan kami, dia selalu memiliki banyak kata-kata motivasi. Semua tim bereaksi terhadap mereka jadi itu sangat bagus."