BolaSkor.com - Karier kepelatihan Bojan Hodak di Asia Tenggara mendapat perhatian media Kroasia. Pelatih yang menginjak angka 49 tahun pada hari ini, Senin (4/5), sekaligus dimintai penjelasan soal sepak bola Indonesia dan Malaysia.

Menurutnya, masyarakat Indonesia lebih gila terhadap sepak bola. Ia pun lantas menceritakan pengalamannya di awal karier bersama PSM.

"Orang-orang suka sepak bola. Di Indonesia, sedikit lebih gila. Ada 8.000 fans datang ke sesi latihan pertama saya. Mereka memakai kembang api dan drum dalam sesi latihan selanjutnya.

Baca Juga:

Komisaris Persib Umuh Muchtar Meminta PSSI dan PT LIB Segera Menentukan Nasib Liga 1 2020

Umuh Muchtar Pastikan Gaji Pemain Persib Aman Sampai Juni

"Saya harus menutup sesi latihan karena kebisingan membuat para pemain tidak bisa mendengar. Itu lucu, semakin saya berteriak, semakin keras pula mereka memukul drum," jelas Bojan Hodak dikutip dari Jutarnji.

Ia turut menilai bahwa Indonesia dan Malaysia jelek dalam hal fisik dibanding pemain di liga Eropa."Mereka banyak berlari, tetapi habis setelah 60 menit."

"Secara teknis dan taktik, Malaysia sedikit lebih baik. Klub-klub topnya layak bermain di HNL 1 (kasta pertama Kroasia). Adapun klub di Indonesia kualitasnya HNL 2."

"(Dari Kroasia) Asisten saya Nenad Bacina dari Split. Kami sudah bersama selama enam tahun. Di Persija, yang merupakan salah satu klub terbesar ada Marko Simic yang sudah berada di sana selama beberapa tahun," tambah Bojan Hodak.