BolaSkor.com - Keputusan Andrea Dovizioso untuk pensiun dini tidak membuat Razlan Razali pusing. Bos RNF Racing ini sudah menyiapkan pembalap pengganti.

Sebelumnya Dovizioso memutuskan pensiun lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Berdasarkan kesepakatan, Dovizioso seharusnya hengkang di akhir musim 2022. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, pembalap Italia itu akhirnya memutuskan berhenti usai menjalani MotoGP Misano.

Keputusan ini tentu menimbulkan permasalahan baru. Sebab pergelaran MotoGP belum berakhir, masih ada enam balapan lagi yang harus dilalui usai MotoGP Misano. Artinya RNF Racing terancam menjalani balapan dengan satu rider saja.

Beruntung RNF Racing masih memiliki secercah harapan. Dikabarkan Razlan Razali akan menggunakan jasa tes rider Yamaha, Cal Crutchlow untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Dovizioso.

“Kami hanya ingin menghindari kasus yang sama tahun lalu, ketika Franco Morbidelli pergi, kita gunakan jasa Garret Gerloff, lalu Crutchlow, kemudian Jake, dan akhirnya Dovizioso,” tutur Razlan, dikutip dari gpone.com.

Razlan tidak menampik, keputusan Dovizioso untuk hengkang lebih cepat dapat memberikan dampak negatif kepada tim. Kendati demikian, Razlan bersyukur dapat dengan cepat menemukan penggantinya.

“Perubahan ini memang tidak bagus untuk tim, jadi kita sangat senang ketika Yamaha mampu mengamankan Crutchlow untuk mengisi posisi Dovizioso pada enam balapan terakhir. Saya sempat menulis pesan ke Crutchlow dan dia meyakinkan saya dengan kesiapannya. Dia juga sudah menjalani banyak tes di musim lalu,” kata Razlan.

“Saat ini kita masih bekerja dengan Yamaha, saya pikir ini bagus untuk Crutchlow dan juga Yamaha sendiri, karena dia mengendarai motor musim lalu. Di saat bersamaan hal ini mampu membantu pengembangan untuk musim depan. Meskipun ini tidak akan terlalu mempengaruhi kami, saat ini kami masih menggunakan motor Yamaha, jadi kita berikan izin,” tambahnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Dovizioso sempat membeberkan beberapa alasan terkait pensiun dini. Mantan pembalap Ducatiitu mengatakan penyebab utamanya karena tidak bisa beradaptasi dengan motor Yamaha. Akibatnya pembalap berusia 36 tahun ini selalu gagal menunjukkan performa terbaiknya.

Penulis: Bintang Rahmat