BolaSkor.com - Selama 22 tahun di bawah pengawasan Arsene Wenger, Arsenal menjadi 'gudang' bagi talenta-talenta berbakat Eropa yang ditempa dari level akademi atau didatangkan dari klub lain, kemudian diorbitkan di klub.

Sistem tersebut sudah mendarah daging di klub yang berada di London Utara dan menjadi pondasi utama klub, tradisi yang dijaga selama bertahun-tahun. Kepergian Wenger akhir musim lalu sempat dikhawatirkan memudarkan tradisi Arsenal.

Namun kekhawatiran itu seketika hilang ketika Unai Emery memercayai Emile Smith Rowe bermain dari akademi ke tim utama, lalu memercayai rekrutan anyar dari Lorient yang baru berusia 19 tahun, Matteo Guendouzi bermain reguler.

Tidak banyak yang menyangka Guendouzi bermain reguler dan bertandem dengan Granit Xhaka sebagai pivot (gelandang jangkar) dalam taktik 4-2-3-1. Publik sebelumnya memprediksi Lucas Torreira, Mohamed Elneny, atau Aaron Ramsey yang akan mengemas waktu bermain lebih banyak di posisi tersebut.

Guendouzi mampu meyakinkan Emery karena ketenangannya bermain. Meski belum genap berusia 20 tahun, Guendouzi bermain laiknya pemain yang sudah sarat pengalaman bermain di Eropa. Bertahan ketika dibutuhkan dan turut naik membantu serangan ketika Arsenal tengah menyerang.

Pemain yang pernah menimba ilmu di akademi Paris Saint-Germain (PSG) itu sama sekali tidak menyesal dengan keputusannya bergabung dengan Arsenal. Di bawah asuhan dan kepercayaan Emery, Guendouzi yakin permainannya akan berkembang pesat.

"Dia (Emery) memperlihatkan kepercayaan penuhnya kepada saya sejak saya tiba di sini. Tidak semua pelatih akan memainkan pemuda berusia 19 tahun untuk beraksi di Premier League, khususnya di klub seperti Arsenal," tutur Guendouzi, diberitakan Mirror.

"Saya sangat berterimakasih kepadanya untuk hal tersebut. Dia membuat saya bekerja keras dan telah membantu saya berkembang. Saya bisa merasakannya di beberapa sesi latihan pertama pada pekan-pekan dan bulan awal kedatangan saya di sini."

"Dia pelatih yang sangat bagus. Saya sangat senang memiliki Unai Emery sebagai pelatih saya. Saya yakin saya isa berkembang di bawah asuhannya dengan terus bekerja keras dan ini sangat penting bagi saya. Jangan lupa, saya masih muda dan masih harus bekerja lebih giat lagi," tegas Guendouzi.

Emery memang lebih sering memiliki Guendouzi sebagai tandem Xhaka di lini tengah. Namun, fans sedianya lebih ingin Torreira bermain karena dia gelandang petarung yang tahu momen tepat untuk merebut bola, melakukan transisi bermain, dan operan yang diberikannya kerap membuka pertahanan lawan.