BolaSkor.com - Akhir pekan lalu, Manchester United menang 3-2 melawan Newcastle United di pekan delapan Premier League. Kemenangan diraih dengan cara spesial yang dahulu identik dengan era Sir Alex Ferguson: comeback kemenangan.

Tekanan yang diberikan kepada Jose Mourinho dan pemain-pemain Man United untuk sementara hilang pasca kemenangan itu. Meski begitu, rentetan empat laga tak pernah menang di seluruh kompetisi sebelumnya masih belum bisa dilupakan publik.

Man United bermain inkonsisten dan permasalahan semakin parah karena Mourinho berselisih dengan Paul Pogba serta jajaran direksi terkait bursa transfer. Alhasil saat ini Man United ada di urutan delapan klasemen Premier League, mencetak 13 gol dan kebobolan 14 gol, mengoleksi 13 poin dan terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen, Manchester City.

Legenda atau mantan-mantan pemain Man United turut prihatin melihat kondisi klub saat ini. Begitu juga striker Swedia berusia 37 tahun, Zlatan Ibrahimovic, yang saat ini bermain di Los Angeles (LA) Galaxy dan pernah bermain dengan Man United pada periode 2016-2018.

Menurut Ibra, yang pernah bekerja sama dengan Mourinho di Inter Milan dan Man United, kepayahan Setan Merah saat ini bukan sepenuhnya salah The Special One. Para pemain juga harus bertanggung jawab atas rentetan hasil minor tim musim ini.

"Saya pikir dia (Mourinho) punya kemenangan memenanginya (Premier League). Saya pikir dia pelatih yang tepat untuk klub, untuk tim itu. Tapi seorang pelatih hanya bagus jika timnya juga bagus, jadi dia tidak bisa melakukan keajaiban jika tim tak cukup bagus," terang Ibra, diberitakan Squawka.

"Dan saya merasa tim bagus - sedang berkembang, menjadi lebih baik lagi. Musim ini jadi musim ketiganya, para pemain tahu lebih dan lebih dengan keinginannya bermain dan bagaimana dia menginginkannya - jadi saya percaya (Mourinho masih sosok tepat melatih United), ya," tegasnya.

Ibra meraih dua trofi bersama Mourinho di musim pertamanya bermain dengan United (2016-17), yakni Piala Liga dan Liga Europa - satu lagi trofi minor, Community Shield. Pasca romansa hebat di musim tersebut, plus ditinggal pemain-pemain senior dan Rui Faria (asisten kepercayaan Mourinho), Mourinho tidak meraih trofi musim lalu dan kesulitan menjaga konsistensi bermain tim di musim ini.