BolaSkor.com - Dua tahun lalu, di Stadion Olimpiade Kiev, Real Madrid membekuk Liverpool 3-1 pada laga puncak Liga Champions 2018. Duel terakhir Cristiano Ronaldo memakai jersey Los Blancos.

"Dalam beberapa hari mendatang, Anda akan mendapat jawaban saya kepada para penggemar, orang-orang yang benar-benar berada di pihak saya. Sangat menyenangkan berada di Real Madrid," ujar Ronaldo sesaat setelah laga.

Komentar yang langsung memunculkan spekulasi masa depan sang bintang. Komentar Ronaldo tersebut terkesan seperti ucapan selamat tinggal.

Baca Juga:

Nostalgia - Gol Sundulan Jadi Salam Perpisahan Zidane Kepada Publik Santiago Bernabeu

Copa del Rey 2009, Trofi Perdana Guardiola dan Hubungan Spesialnya dengan Athletic Bilbao

Mengenang Laga Terakhir Roberto Baggio, Ketika Bukan Lagi Hari Minggu

"Dalam beberapa hari mendatang Anda akan memiliki jawaban saya. Sekarang kita harus menikmati saat ini. Masa depan satu pemain tidak penting. Kami telah membuat sejarah," jawab Ronaldo ketika itu.

Dalam sesi wawancara berikutnya, Ronaldo mencoba mengklarifikasi komentarnya, meski pada akhirnya dia justru memperkuat sinyal meninggalkan Real Madrid.

"Saya tidak mengatakan saya akan pergi. Dalam beberapa hari mendatang kita akan melihat apa yang terjadi," katanya.
"Saya tidak bermaksud mengatakan itu, tapi saya juga tidak minta maaf. Ini adalah situasi yang telah lama terjadi dan Anda harus bertahan dengan itu, tetapi kadang-kadang Anda kehilangan kendali. Ada hal yang tidak bisa diperbaiki dengan uang, saya punya itu, uang bukan masalah bagi saya."

"Saya tidak dapat menjamin bahwa akan tetap di Real Madrid, tetapi ini bukan saatnya untuk berbicara, karena Madrid telah membuat sejarah," lanjut Ronaldo.

Real Madrid memang baru saja mengukir sejarah dengan memenangi trofi Eropa ke-13. Los Blancos mampu empat kali juara dalam lima tahun, berkat aliran gol Ronaldo yang seakan tidak pernah berhenti.

Kata-kata Ronaldo di Kiev merupakan pukulan bagi Real Madrid. Atmosfer perayaan menjadi berbeda dibanding sebelumnya. Suporter lebih fokus pada kemungkinan perginya sang megabintang, sumber utama gol klub kesayangan mereka.

Kecemasan tersebut benar terjadi. Ronaldo hengkang dari Madrid dan bergabung dengan Juventus. Pukulan kedua kemudian datang ketika Zinedine Zidane juga pamit dan Real Madrid seperti anak ayam kehilangan induk, berjalan tanpa arah.

Baik Julen Lopetegui maupun Santiago Solari, tidak juga kembalinya Zidane berhasil menemukan formula "tanpa Ronaldo". Real Madrid seperti kehilangan racun di lini serang usai ditinggal Ronaldo.

Los Blancos seperti macan ompong dan memgalami masa surut, meski masih berhasil menjuarao Piala Dunia Antarklub. Sang Presiden Florentino Perez mencoba melakukan dobrakkan dengan melakukan peremajaan skuat pada 2019 dengan investasi lebih dari 300 juta euro.

Itu adalah perceraian paling merusak dalam sejarah olahraga modern, melebihi Michael Jordan dan Juanita. Dan itu semua dimulai pada malam 26 Mei 2018, ketika pengkhianatan Kiev terjadi.

Kolomnis Marca Santiago Siguero menulis, "Itu merupakan perceraian paling menghancurkan sepanjang sejarah olahraga modern, melebihi perpisahan Michael Jordan dan Juanita. Dan semua itu berawal dari malam pada 26 Mei 2018, ketika pengkhiatan terjadi di Kiev."