BolaSkor.com - AC Milan belum keluar dari kesemenjanaan. Masalah internal yang menerjang tim dari masa ke masa atau setidaknya, sejak terakhir meraih Scudetto pada 2010-11, terus terjadi di internal Milan sampai saat ini.

Masalah itu adalah tidak ada konsistensi di antara jajaran manajemen yang terkesan tidak rapih dan sistematis. Semenjak Silvio Berlusconi dan Adriano Galliani hengkang, Milan bukan semakin membaik tapi malah semakin tidak jelas.

Rossoneri bak terjebak nostalgia sebuah tim yang pernah sukses di masa lalu dan meraih tujuh titel Liga Champions. Li Yonghong mengakuisisi klub setelahnya, tapi, era kepemimpinannya tidak berlangsung lama.

Pengusaha asal China itu gagal membayarkan hutang yang membengkak dan Milan ditenggarai melanggar aturan FFP (Financial Fair Play). Dampaknya, Milan musim depan berpotensi tidak bermain di Eropa meski lolos ke Liga Europa.

Baca Juga:

Andai Pecat Gennaro Gattuso, AC Milan Ingin Rujuk dengan Massimiliano Allegri

Revolusi Ivan Gazidis di AC Milan Sertakan Campos-Jardim sebagai Pengganti Leonardo-Gattuso

Gennaro Gattuso Angkat Kaki dari AC Milan

Li Yonghong

Elliott Management mengambilalih kepemilikan klub dari Li Yonghong dan mengawali segalanya dengan baik. Selain menyediakan dana untuk transfer Milan, mereka juga memboyong Ivan Gazidis, Leonardo, dan Paolo Maldini.

Gazidis, eks CEO Arsenal menjabat sebagai CEO Milan, Leonardo dan Maldini, dua legenda Milan, jadi Direktur Olahraga dan Direktur Pengembangan Pemain Muda. Ditambah Gennaro Gattuso sebagai pelatih Milan, semua tampak baik-baik saja untuk masa depan Milan.

Akan tapi, harapan itu kembali hilang melalui berita yang baru ini muncul: Gattuso dan Leonardo mengundurkan diri. Keduanya mundur selepas musim 2018-19 berakhir saat Milan finish di urutan lima klasemen.

Gennaro Gattuso

"Memutuskan pergi dari bangku cadangan Milan tidak mudah. Tapi ini keputusan yang harus saya buat," ucap Gattuso kepada Repubblica.

"Tidak ada momen khusus untuk mengumumkannya, keputusan itu merupakan rangkuman dari 18 bulan terakhir menjadi pelatih di tim yang menurut saya, tidak pernah seperti tim lainnya. Berbulan-bulan saya hidup dengan passion hebat, bulan-bulan tak terlupakan," tuturnya.

Gattuso mundur sebelum kontraknya berakhir pada 2021. Tidak terlihat wajah lelaki yang dahulu terkenal karena kebringasannya di lapangan pertandingan.

"Pilihan saya menyakitkan tapi pilihan yang masuk akal. Apakah saya menyerah pada dua tahun kontrak? Ya, karena cerita saya dengan Milan tidak pernah bisa dipertanyakan karena uang."

"Saya merasa saya terlalu memiliki banyak sejarah dengan klub ini, saya merasakan tekanan lebih dari yang seharusnya," imbuh Gattuso.

"Saya jarang tidur dalam 18 bulan terakhir, secara mental saya mulai pecah dan itulah sesuatu yang harus saya pertimbangkan," urainya.

Leonardo mengikuti jejak Gattuso meski baru semusim menjadi Direktur Olahraga Milan. Kabarnya, Milan akan mendatangkan Lucas Campos, Direktur Olahraga AS Monaco.

Leonardo

"Leonardo gabung Milan pada waktu yang sangat tepat beberapa pekan sebelum musim panas berakhir. Di situasi yang sangat sulit, dia memberikan hati dan jiwanya dalam menyikapi situasi yang rumit dan memberikan enerji serta ambisinya untuk tim," tutur Gazidis.

"Saya sangat berterimakasih kepada Leonardo untuk segalanya yang dikontribusikannya kepada klub kami yang hebat dan mendoakannya yang terbaik di masa depan."

Dua legenda Milan, yang sudah memberikan segalanya kala dulu bermain dan kini di karier setelah jadi pesepakbola profesional, menyerah untuk membangkitkan kejayaan Milan. Apakah segitu terpuruknya Milan?

Tidak ada jawaban pasti. Namun, sudah saatnya Milan mengakhiri sirkulasi pergantian manajemen dan pelatih tiap musimnya. Mau berapa legenda lagi yang 'dipermalukan' oleh klub? Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi, Christian Brocchi, dan Gattuso sudah pernah merasakan panasnya melatih Milan. Siapa lagi berikutnya?