BolaSkor.com - Nama Ivan Perisic belakangan tengah hangat diperbincangkan di antara fans Inter Milan. Pemain berpaspor Kroasia menjadi pahlawan kemenangan Il Nerazzurri di final Coppa Italia 2021-2022.

Inter melawan Juventus di final yang dihelat di Stadio Olimpico, Kamis (12/05) dini hari WIB. Laga berakhir sama kuat 2-2 di waktu normal melalui gol Nicolo Barella (6') dan Hakan Calhanoglu (80' penalti) di kubu Inter, serta gol Alex Sandro (60') dan Dusan Vlahovic (52') di kubu Juventus.

Perisic pun jadi pembeda di babak tambahan melalui dua golnya di menit 99 (penalti) dan 102. Inter juara Coppa Italia dan berpotensi memenangi treble winners domestik usai menjuarai Piala Super Italia.

Inter Milan masih bersaing dengan AC Milan dalam perebutan Scudetto musim ini. Terlepas dari berhasil atau tidaknya Inter mempertahankan titel Serie A, performa Perisic dalam menjadi pembeda layak diacungi jempol.

Baca Juga:

Inter Juara Coppa Italia Sejak 2011, Inzaghi Lalui Capaian Conte

Hasil Pertandingan: Juventus Nirgelar, Inter Milan Juara Coppa Italia

Inter Tak Malu-Malu Tunjukkan Ketertarikan pada Paulo Dybala

Usianya tak lagi muda (33 tahun), tetapi Perisic memiliki mentalitas baja khas Negeri Balkan dan menularkan pengalamannya di Inter, khususnya setelah sempat sukses kala dipinjamkan ke Bayern Munchen pada medio 2019-2020.

Berbicara mengenai Perisic, ada sebuah momen atau cerita kala ia diinginkan Jose Mourinho pada musim panas 2017 kala ia melatih Manchester United. Inter saat itu dilatih oleh pelatih Napoli saat ini, Luciano Spalletti.

Inter kabarnya menolak tawaran 40 juta euro untuk Perisic dan menginginkan banderol 55-60 juta euro. Mourinho terus mendorong manajemen untuk merekrutnya, sebab ia tahu Perisic akan jadi tambahan bagus untuk tim.

Pada akhirnya Man United tak melebihkan tawaran mereka dan Perisic urung ke Old Trafford, ironisnya setahun kemudian Mourinho dipecat. Mourinho - kini melatih Roma - juga heran mengapa Perisic menolak datang ke United saat itu.

Perisic membenarkan penawaran tersebut dan ia ingin membela United, tapi pada akhirnya kesepakatan tak tercapai dan ia tak jadi memperkuat United.

“Sangat luar biasa bagi saya ketika Jose menelepon saya. Sulit untuk mengatakan tidak padanya. Saya benar-benar ingin pergi kepadanya dan bermain dengan United," tutur Perisic.

“Itu adalah mimpi saya untuk bermain di semua liga besar. Tapi itu tidak terjadi. Itu menyakitkan bagi saya. Tapi saya tidak ingin menjelaskan secara detail. Saya menemukan sendiri alasan sebenarnya dua tahun kemudian,” tambahnya.

Menilik kualitas, pengalaman, serta wawasannya bermain di banyak posisi wajar jika Mourinho menginginkannya. Keputusannya bertahan pun tidak salah sebab Perisic memenangi treble winners dengan Bayern, serta Scudetto dengan Inter.