BolaSkor.com - Pemandangan langka di new normal akibat pandemi virus corona terjadi di Kota Manchester, Milan, dan Amsterdam. Seketika di tiga kota itu menumpuk lautan manusia yang datang dengan alasan berbeda.

Di Manchester suporter Manchester United berkumpul dengan maksud menggulingkan rezim Keluarga Glazer, pemilik Man United. Sementara di Milan dan Amsterdam bersuka cita merayakan keberhasilan Inter Milan dan Ajax Amsterdam menjadi juara liga.

Tiga lautan manusia yang terjadi di tiga kota berbeda. Itu semua sudah jelas melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Apa salah satu aturan mutlak dari protokol itu? Hindari kerumunan.

Baca Juga:

Sambil Kecam Aksi Suporter, Premier League Pastikan Manchester United Vs Liverpool Ditunda

8 Fakta Menarik Scudetto Inter Milan: Kisah 101 Hari di Puncak Klasemen

4 Kunci Inter Milan Raih Scudetto

Fans Manchester United

"Kami memahami dan menghormati kekuatan perasaan, tetapi mengutuk semua tindakan kekerasan, kerusakan kriminal, dan pelanggaran, terutama mengingat pelanggaran Covid-19 yang terkait," demikian pernyataan Premier League soal aksi demo fans Man United.

Beberapa fans bertindak di luar batas. Kabarnya ada yang menyerang polisi, petugas keamanan dan stadion hingga merusak kamera. Aksi mereka dilakukan jelang pekan 34 Premier League antara MU vs Liverpool yang seyogyanya berlangsung di Old Trafford, Minggu (02/05) malam WIB.

Pertandingan ditunda dengan alasan keamanan, sementara suporter Man United dengan tegas menuturkan akan terus melakukan demonstrasi selama Keluarga Glazer belum mundur dari kepemilikan klub.

Sikap fans itu menjadi klimaks yang dipicu oleh partipasi MU di Liga Super Eropa (kemudian mengundurkan diri). Ed Woodward mundur dari jabatannya dan kini fans menginginkan hal yang sama dari Glazer, bahkan mereka sempat menyerbu tempat latihan MU.

Di bawah kepemimpinan Glazer MU memiliki banyak hutang, tak punya struktur yang jelas, serta visi untuk bangkit jadi tim yang disegani seperti masa lalu, Itu disinyalir jadi alasan fans ingin Glazer mengundurkan diri.

Berbanding Terbalik di Amsterdam dan Milan

Situasi berbeda terjadi di Amsterdam dan Milan. Lautan manusia di sana berkumpul untuk merayakan keberhasilan klub kesayangan menjuarai liga.

Inter Milan merengkuh Scudetto atau titel Serie A setelah 11 tahun lamanya, mengakhiri dominasi sembilan tahun Juventus. Il Nerazzurri melakukannya setelah Atalanta imbang 1-1 melawan Sassuolo di pekan 34 Serie A.

Kota Milan dipenuhi fans dengan jersey biru-hitam Inter dan semua larut dalam selebrasi Scudetto ke-19. Lagi, mereka seolah tak memedulikan pandemi virus corona.

Hal serupa terjadi di Amsterdam. Ajax Amsterdam merayakan titel ke-35 Eredivisie usai melibas FC Emmen dengan skor 4-0. Empat gol diciptakan oleh Jurrien Timber, Sebastien Haller, dan Devyne Rensch, dan Davy Klaassen.

Fans Ajax Amsterdam

Kota Amsterdam juga dipenuhi oleh fans Ajax yang menyalakan flare dengan jersey merah-putih. Di dalam stadion memang tidak ada penonton karena pandemi COVID-19, tetapi pemandangan berbeda terjadi di luar.

Itu menjadi perhatian polisi yang meminta kerumunan itu untuk dengan tertib bubar dan mematuhi protokol kesehatan. Sekilas apa yang dilakukan fans kedua klub seperti saat Persija Jakarta juara Piala Menpora 2021 dan berkumpul bersama.

Pada momen tersebut pecinta sepak bola bukannya tidak tahu dengan adanya protokol kesehatan, tetapi kecintaan mereka kepada klub kesayangan yang sukses memenangi titel membuat lupa akan situasi memprihatinkan yang terjadi di dunia.