BolaSkor.com - Ada beberapa hari dalam sejarah sepak bola Inggris yang bisa dikatakan sebagai titik balik. Salah satunya 31 Mei 1995.

Pada 25 tahun yang lalu, Chelsea mendatangkan bintang Belanda Ruud Gullit dari Sampdoria. Momen tersebut menjadi salah satu titik penting dalam sepak bola Inggris.

Premier League yang kala itu baru berumur tiga tahun memang sudah merasakan taburan talenta luar negeri. Sudah ada Eric Cantona yang membuat dampak mengejutkan di Leeds United dan Manchester United. Ada juga Jurgen Klinsmann yang mampir selama semusim di Tottenham.

Baca Juga:

Beda Nasib 4 Gelandang yang Pernah Dilatih Pep Guardiola dan Jose Mourinho

3 Kakak Beradik Pemain Sepak Bola Paling Mahal

Namun kedatangan superstar Gullit di Stamford Bridge membuka pergulatan di pasar transfer pemain. Kedatangan Gullit memicu klub lain sibuk di bursa transfer.

Kedatangan Gullit disebut membuka pintu pemain kelas dunia lain ke Premier League. Hingga hari ini, sejumlah pemain yang direkrut setelah kedatangan Gullit, banyak yang diimpor dari luar negeri. Dengan kata lain, banjirnya bintang dunia di Premier League dimulai sejak Gullit.

Gullit mungkin tidak berada di puncak kariernya pada saat tiba di London dengan status bebas transfer. Tetapi tetap saja tidak ada yang menyangkal kualitas pemain berusia 32 tahun itu.

Publik Inggris sudah mengkuti perjalanan Gullit setiap pekannya lewat acara Football Italia di Channel Four. Publik tahu kualitas dan kebintangan seorang Gullit. Karena itulah, manajer Chelsea Glenn Hoddle rela bolak-balik ke Italia untuk bertemu Gullit sebelum akhirnya mendapatkan kesepakatan.

Bintang Belanda itu pun mendarat di London dan dimainkan sebagai sweeper dan mengubah gaya The Blues dari belakang.

"Saya sangat bugar dan dengan bermain sebagai sweeper saya dapat mengontrol kecepatan permainan," kata Gullit. "Jika memiliki bola, Anda tidak harus berlari mengejarnya."

Eksperimen sebagai penyapu segera ditinggalkan, namun Gullit ganti peran di lini tengah yang tentu saja lebih cocok. Hingga akhirnya Gullit menggantikan Hoddle sebagai manajer Chelsea pada 1996, awal dari sepak bola seksi.

Pada 25 tahun silam, melihat Chelsea mendatangkan Gullit, klub-klub lain menjadi percaya diri mendatangkan pemain hebat dari luar negeri.

Tetangga Chelsea, Arsenal mendatangkan Dennis Bergkamp. Penyerang Belanda itu datang nilai rekor Inggris saat itu sebesar 7,5 juta poundsterling. Sempat muncul keraguan apakah Bergkamp mampu beradaptasi dengan permainan The Gunners. Terlebih Bergkamp datang setelah alami masa sulit di Inter Milan.

Namun sejarah berkata lain, Bergkamp mencetak 120 gol dalam 423 pertandingan untuk The Gunners. Dia memenangkan banyak medali dan saat ini patung perunggu Bergkamp berdiri di luar Stadion Emirates.

Selain Bergkamp, pemain lain yang datang setelah dipicu kedatangan Gullit adalah David Ginola. Kedatangan Ginola seharga 2,5 juta poundsterling dari Paris Saint-Germain terbukti sebagai masterstroke bagi Newcastle.

Ginola menjadi favorit penggemar. Gerakan tipu daya, kecepatan dan kepribadiannya sudah memberi Premier League warna tersendiri.

Kedatangan Gullit 25 tahun silam juga membuat Middlesbrough memutuskan merekrut bintang Brasil Juninho dari Sao Paolo dengan bayaran 4,75 juta poundsterling. Boro kemudian mendatangkan Fabrizio Ravanelli di akhir musim berikutnya.

Juninho juga menghadirkan sesuatu yang baru di Premier League. Pemain mungil Brasil itu adalah penyerang yang ajaib. Dia dengan mudah meliuk-liuk melewati tekelan pemain lawan. Bek-bek Inggris seakan tidak bisa menangani kemampuan menggiring bolanya. Di Teesside, mereka memuja Juninho yang kemudian membantu Boro untuk mencapai final Piala FA dan Piala Liga.