BolaSkor.com - Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, mengungkapkan pernah diremehkan saat memulai karier. Hal yang sama dirasakan oleh sosok yang dia gantikan, Massimiliano Allegri.

Cerita bermula pada 16 November 2003. Pertandingan antara skuat asuhan Maurizio Sarri dan Massimiliano Allegri berhadapan di depan 1400 penonton.

Maurizio Sarri mengasuh Sangiovannese, sementara Massimiliano Allegri melatih Aglianese. Pertandingan pun berakhir dengan skor sama kuat, 0-0, saat itu.

Tak ada yang menyangka 15 tahun berselang keduanya sama-sama pernah menangani Juventus. Apalagi, Maurizio Sarri menyebut dia dan Massimiliano Allegri pernah diremehkan.

Baca Juga:

Juventus Siap Tukar Paul Pogba dengan Emre Can

Juventus 1-3 Lazio: Deja Vu Bianconeri, Aquile Juara Piala Super Italia

Massimiliano Allegri

"Tidak ada yang mempercayai saya dan Massimiliano Allegri saat itu. Pertandingan berakhir 0-0 tanpa gol, tanpa tendangan mengarah ke gawang," kenang Maurizio Sarri.

"Setelah pertandingan, seorang teman berkata kepada saya kalau kami berdua adalah pelatih, siapa pun bisa. Saya berharap masih ada Maurizio Sarri saat itu di saya, semangat saya sama."

"Saya tidak pernah berubah dalam sepak bola. Saya jarang merasakan emosi seperti ketika itu, bahkan tidak ketika bertanding di final level internasional," imbuhnya.

Maurizio Sarri menangani Juventus sejak musim 2019-2020. Sarri menggantikan posisi Massimiliano Allegri yang diberhentikan pada akhir musim lalu.