BolaSkor.com - Bagi atlet beragama Islam, bulan Ramadan memiliki tantangan berbeda dan berat. Mereka harus bisa menjaga kondisi tanpa asupan makanan dan minuman dari matahari terbit hingga terbenam.

Tidak heran jika ada atlet yang memutuskan tidak berpuasa karena memang akan sangat sulit menjaga kondisi tubuhnya. Karena itulah, di masa kegiatan olahraga vakum seperti di tangah pandemi virus corona saat ini, banyak atlet gembira karena bisa menunaikan kewajiban.

Berpuasa di tengah kompetisi berjalan tentu saja berat. Terlebih jika kompetisi yang dijalani sangat ketat dan membutuhkan kondisi fit seperti Piala Dunia. Hal ini dirasakan oleh bintang Arsenal asal Jerman Mesut Ozil pada Piala Dunia 2014.

Baca Juga:

Mesut Ozil Tolak Keputusan Arsenal Pangkas Gaji Pemain

Pahit Manis Hubungan Mesut Ozil dan Jose Mourinho di Real Madrid

Mantan Kiper Klub Prihatin Lihat Kondisi Arsenal Saat Ini

Kala itu bulan Ramadan memang bertepatan dengan bergulirnya Piala Dunia 2014. Demi mengantar timnas Jerman tampil sebagai juara, Mesut Ozil terpaksa meninggalkan ibadah puasa.

Pada turnamen yang digelar di Brasil tersebut, ada enam negara peserta yang memiliki pemain beragama Islam. Mereka adalah Prancis, Jerman, Swiss, Belgia, Aljazair, dan Nigeria.

Mesut Ozil ketika itu telah mengambil keputusan terkait ibadah puasanya. Gelandang asal Arsenal itu memutuskan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di lain hari.

Ozil menilai saat itu dirinya sedang bekerja di tempat yang jauh dari kampung halaman. "Saya tak berpuasa karena saya sedang bekerja. Sebagai seorang muslim, saya tahu beberapa hukum yang memperbolehkan Anda tak berpuasa. Saya tak akan puasa. Tapi saya akan menghormati orang yang menjalankannya," ungkap Ozil dilansir The Star.

Terkait dengan pesepak bola yang tidak berpuasa, sejumlah negara Islam pada 2008 lalu mengeluarkan fatwa bahwa para pesepak bola boleh tidak berpuasa. Hal itu apabila mereka telah terikat kontrak diharuskan bermain pada siang hari.

Jerman keluar menjadi juara Piala Dunia 2014 setelah menang tipis 1-0 atas Argentina di laga final. Gol semata wayang Tim Panzer dicetak oleh Mario Gotze.