BolaSkor.com - Pada awal Juni ini 90min merangkum klub-klub pengirim pemain terbanyak pada perhelatan Piala Eropa 2020. Klub-klub top Eropa seperti Manchester City, Chelsea, Bayern Munchen, Juventus, dan Manchester United ada di dalamnya.

Ada juga klub lain seperti Dynamo Kiev dan RB Leipzig, tapi di 10 besar pengirim terbanyak itu tersemat satu klub dari Italia yakni Atalanta. Klub arahan Gian Piero Gasperini mengirim sembilan pemain ke Piala Eropa 2020.

Mereka adalah Rafael Toloi, Robin Gosens, Joakim Maehle, Matteo Pessina, Aleksej Miranchuk, Marten de Roon, Ruslan Malinovskyi, Mario Pasalic, dan Remo Freuler.

Sejauh ini mereka tampil mengesankan untuk timnas masing-masing dan bisa menjadikan Piala Eropa 2020 sebagai kans untuk 'melangkah' ke klub yang lebih besar. Sembilan pemain tersebut juga menjadi andalan bagi timnas masing-masing.

Baca Juga:

Tampil Memukau Kontra Portugal, Robin Gosens Diburu Raksasa Eropa

Piala Eropa 2020: Robin Gosens, Hampir Jadi Polisi di Awal Karier

Robin Gosens, Penyedia Layanan Kirim Umpan dan Cetak Gol dari Atalanta

Gian Piero Gasperini

Performa hebat yang mereka tampilkan tidak lepas dari peran besar Gasperini. Pelatih berusia 63 tahun telah melatih Atalanta dari 2016 dan menjadikan klub dari tim yang bertarung di papan bawah klasemen, papan tengah, hingga menjadi pesaing zona Liga Champions dan bahkan kuda hitam Scudetto.

Sistem bermain yang diterapkannya pada formasi 3-4-2-1 terpatri di benak pikiran pemain. Tak ayal tak lagi mengherankan pemain-pemain tersebut tampil bagus dan turut meramaikan Piala Eropa 2020.

Sayangnya perjalanan Miranchuk berakhir prematur di Piala Eropa karena Rusia gagal lolos fase grup, sementara Malinovskyi dan Freuler masih menanti apakah Ukraina dan Swiss dapat lolos sebagai peringkat tiga terbaik.

Pun demikian Gosens dan Pasalic yang belum memainkan laga ketiga grup bersama Jerman dan Kroasia. Terlepas dari situasi timnas masing-masing, BolaSkor.com akan sedikit membahas mengenai pemain-pemain dari Atalanta yang tampil bagus di Piala Eropa, siapa saja?

1. Robin Gosens - Jerman

Belum 'panas' ketika Jerman kalah 0-1 dari Prancis, Robin Gosens menjadi inspirasi kemenangan Jerman melalui performa hebatnya saat Jerman mempermalukan juara bertahan Piala Eropa Portugal dengan skor 4-2.

Gosens mencetak satu gol, memberikan assist, dan memicu gol bunuh diri lawan. Kecepatannya kala meneror sisi kanan pertahanan Portugal tak terbendung.

Kemampuan ofensif Gosens dibentuk di Atalanta dan kualitasnya semakin maksimal sebagai bek sayap kiri setelah sebelumnya jadi bek sayap kiri. Gosens masih berusia 26 tahun dan kabarnya dilirik Barcelona saat ini.

2. Joakim Maehle - Denmark

Dari bek kiri menjadi bek sayap kiri dan Joakim Maehle juga pesaing Gosens di Atalanta. Pemain berusia 24 tahun selalu jadi starter Denmark di tiga laga pertama grup Piala Eropa dan Maehle tampil konsisten.

Teranyar, Maehle mencetak gol ketika Denmark mengalahkan Rusia dengan skor telak 4-1 dan kemampuannya semakin berkembang kala menjadi bek sayap kiri. Maehle baru bergabung dengan Atalanta dari Genk pada Januari 2021.

3. Marten de Roon - Belanda

Empat tahun membela Atalanta di periode kedua setelah sebelumnya bermain pada 2015-2016. Marten de Roon (30 tahun) penyeimbang lini tengah Atalanta dengan kemampuannya melapis lini belakang serta membantu transisi bermain.

Eks pemain Heerenveen dan Middlesbrough saat ini menjadi pemain andalan Frank de Boer di lini tengah Belanda pada taktik 3-4-1-2. De Roon membantu Belanda mencatatkan rekor sempurna tanpa kekalahan dan 'hat-trick' kemenangan yang membawa Belanda lolos ke fase gugur.

4. Matteo Pessina dan Rafael Toloi - Italia

Bukan pilihan utama Roberto Mancini di timnas Italia, tetapi tak menyiakan kesempatan ketika diberi kepercayaan main jadi starter pada laga Italia melawan Wales. Rafael Toloi jadi bek kanan dan Matteo Pessina gelandang.

Pessina bahkan mencetak satu-satunya gol kala Italia menang 1-0 atas Wales dan menjaga rekor sempurna Italia. Pessina dan Toloi menjadi pemain andalan Gasperini di Atalanta dan menjaga skuad dengan rasa pemain lokal.

5. Remo Freuler - Swiss

De Roon dan Remo Freuler merupakan dua pemain andalan Atalanta di lini tengah. Hebatnya ketika keduanya dipisah di timnas mereka juga menjadi pemain andalan, De Roon di Belanda dan Remo Freuler di Swiss.

Freuler berduet dengan Granit Xhaka di lini tengah Swiss dan memberikan keamanan di area itu. Freuler (30 tahun) sudah membela Atalanta sejak 2016 pasca pergi dari Luzern dan kini sudah punya 32 caps dan tiga gol dengan Swiss.

Simak Rangkuman Keseruan Piala Eropa 2020 di sini