BolaSkor.com - Mantan manajer Chelsea Luis Felipe Scolari bercerita mengenai momen pemecatannya ketika masih melatih The Blues. Menurut pengakuan manajer asal Brasil itu ia dipecat karena Didier Drogba dan Nicolas Anelka.

Scolari, 71 tahun, menangani Chelsea pada musim 2008-09 setelah sebelumnya melatih timnas Brasil dan Portugal. Karier Scolari berlangsung sikat setelah dipecat pada Februari 2009 setelah hanya meraih empat kemenangan dari 12 laga Premier League,

Kendati publik melihat performa Chelsea sebagai alasan klub memecat Scolari, sang manajer menilai adanya andil Didier Drogba dan Nicolas Anelka di balik pemecatannya. Semua berawal ketika membicarakan rehabilitasi Drogba yang kala itu cedera.

Luiz Felipe Scolari

Baca Juga:

Lionel Messi Sanjung Bintang Muda Chelsea

Karena Virus Corona, Frank Lampard Bingung Tentukan Program Latihan Chelsea

Sikap Plin-plan Pedro di Pengujung Kontrak bersama Chelsea

"Departemen medis kami berpikir bahwa kami harus membiarkan Drogba pergi dan pulih (dari operasi) di Cannes, di tengah musim panas," tutur Scolari kepada Yellow and Green Football.

"Saya pikir dia harus tinggal di London. Saya juga ingin pergi ke Cannes di tengah musim panas. Saya akan tinggal di sana selama sebulan, dua bulan, bersenang-senang."

Saat Drogba cedera Anelka mampu menggantikan tempatnya dengan baik dan mencetak 14 gol di Premier League. Namun ketika Drogba pulih dari cedera di situlah awal mula masalah dimulai, sebab Scolari tak bisa begitu saja mencadangkan Anelka yang sedang tampil bagus.

"Ketika dia kembali, saya mencoba beradaptasi sehingga Drogba dan Anelka bisa bermain bersama. Anelka adalah pencetak gol terbanyak di liga. Kami mengadakan pertemuan dan Anelka berkata 'Saya hanya bermain di satu posisi," tambah Scolari.

"Jadi, ada sedikit kurangnya persahabatan, rasa hormat, mencoba bermain bersama dengan Drogba. Mereka berdua hebat, tetapi seseorang harus melakukan sesuatu yang berbeda, untuk kembali membantu ketika kami kehilangan bola."

Kendati sempat memiliki hubungan yang tidak bagus, Drogba tidak mendendam karenanya dan tetap dapat menjaga hubungan dengan Scolari.

"Saat itulah sedikit berubah. Tapi kita sudah bertemu sejak itu, saya dan Drogba. Terakhir kali di Rusia pada tahun 2018. Kami berbicara secara terbuka tentang hal itu," tambah Scolari

"Tidak ada niat buruk darinya atau Anelka. Tetapi itu terjadi dan saya kehilangan salah satu peluang besar dalam hidup saya (untuk terus melatih Chelsea)," pungkas dia.