BolaSkor.com - Setiap anak kecil yang bermain sepak bola bermimpi suatu saat tampil di Piala Dunia. Dan, sepak bola acap dijadikan kendaraan untuk keluar dari kesulitan.

Tak sedikit bintang sepak bola dunia yang merasakan masa kecil yang sulit. Entah itu kemiskinan, kejahatan, keluarga yang tak harmonis, hingga peperangan.

Berikut 11 pemain di Piala Dunia 2018 yang memiliki masa kecil yang suram.

1. Jakub Blaszczykowski (Polandia)

Kejadian traumatik dialami pemain yang biasa disapa Kuba ini. Saat berusia 10 tahun, Kuba menyaksikan langsung ayahnya menikam sang ibu. Saat itu, Kuba seperti kehilangan harapan. Dia tak lagi punya keinginan untuk hidup. Kuba pun kehilangan minta bermain sepak bola.

Sang ayah harus mendekam di penjara selama 15 tahun. Sejak saat itu Kuba diasuh oleh neneknya bersama kakaknya, Dawid. Pada saat inilah muncul sosok penting yang mengubah hidup Kuba. Dia adalah pamannya, Jerzy Brzeczek. Sang paman adalah kapten timnas Polandia. Dia menjadi orang yang melecut Kuba untuk kembali menggeluti sepak bola dan menemui ahli kejiwaan agar Kuba bisa lepas dari trauma yang membayanginya.

Beberapa tahun kemudian Kuba menjadi pemain yang sukses dan kini membela timnas Polandia di Piala Dunia 2018.


2. Roberto Firmino (Brasil)

Bagi Firmino bisa tampil di Piala Dunia adalah keajaiban. Karena sepak bola merupakan sesuatu yang diharamkan dalam keluarganya, sebuah kenyataan yang aneh bagi orang Brasil. "Ketika kecil orangtua tak saya bermain sepak bola. Mereka ingin saya belajar. Kadang mereka mengunci saya dalam rumah," kenang Firmino.

Selain belajar, keluarga lebih membutuhkan tenaganya untuk membantu berjualan air kelapa di pinggir jalan. Tak ada waktu buat Firmino untuk bermain bola.

Namun semua itu berubah setelah muncul sosok Marcellue Portella, seorang dokter gigi yang melihat Firmino bermain bola. Portella meminta keluarga Firmio untuk menjadi manajer sekaligus agen. Sejak saat itu Firmino makin serius menekuni sepak bola. Pada 2009, Firmino diundang mengikuti latihan oleh Olympique Marseille.

Dalam penerbangan ke Prancis, Firmino harus transit di Madrid, Spanyol. Di sinilah ujian kembali datang. Firmino tidak lolos imigrasi dan gagal melanjutkan penerbangan. Firmino pun yang saat itu berusia 17 tahun harus kembali ke Brasil. Kini saat berusia 26 tahun, Firmino terbang ke Rusia untuk membela Brasil.