BolaSkor.com - Erling Haaland tak mampu berbuat banyak saat Borussia Dortmund bertandang ke markas Manchester City pada leg pertama perempat final Liga Champions 2020-2021. Naluri membunuhnya mampu dijinakkan oleh The Citizens.

Dalam laga yang berlangsung di Etihad Stadium, Rabu (7/4) dini hari WIB, Dortmund harus mengakui keunggulan tuan rumah. Die Borussen takluk dengan skor tipis 1-2.

Haaland menjadi salah satu sorotan dalam pertandingan ini. Publik penasaran bagaimana penyerang berkebangsaan Norwegia itu menghadapi taktik penguasaan bola Manchester City asuhan Pep Guardiola.

Baca Juga:

Prediksi Manchester City Vs Borussia Dortmund: Menanam Modal di Kandang

Jadwal Siaran Langsung Liga Champions: Madrid Vs Liverpool Live Televisi

Jadon Sancho Terancam Gagal Reuni di Kandang Manchester City

Erling Haaland

Haaland memang punya modal lebih dari cukup untuk melakoni pertandingan krusial ini. Naluri golnya yang di atas rata-rata memberikan harapan lebih kepada Dortmund.

Pemain berusia 20 tahun itu datang ke markas Manchester City dengan status top skorer sementara. Haaland juga selalu mencetak gol saat turun bertanding di Liga Champions musim ini.

Sebelum pertandingan, Guardiola mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk meredam ketajaman Haaland. Caranya yaitu dengan meminimalisir aksi sang pemain di kotak penalti.

"Para penyerang akan mencetak lebih banyak gol ketika mereka berada di kotak penalti lawan. Ketika mereka berada lebih lama di luar kotak penalti kami, mereka memiliki lebih sedikit peluang," kata Guardiola sebelum laga.

Rencana Guardiola tersebut ternyata mampu dijalankan para pemain Manchester City dengan sangat baik. Haaland praktis tak bisa berbuat banyak dalam pertandingan ini.

Dilansir dari Whoscored, Haaland hanya mampu melepaskan satu shoot on target Manchester City. Jumlah tersebut lebih sedikit dari rata-rata percobaan tembakan ke arah gawangnya sepanjang musim ini yang menyentuh angka tiga.

Sisi lain Haaland

Sadar sulit mengancam gawang Manchester City, Haaland sedikit mengubah perannya. Ia berusaha menjadi tembok dan membuka ruang untuk rekan setimnya.

Hal itu terbukti dengan jumlah operannya dalam pertandingan ini yang menyentuh angka 24 kali. Jumlah tersebut lebih banyak dari rata-rata operan per laganya yang hanya menyentuh angka 16,4.

Haaland juga berperan penting dalam proses gol balasan Dortmund. Ia membukukan assist untuk memudahkan Marco Reus membobol gawang Manchester City.

Ini menjadi bukti Haaland bukan hanya predator kotak penalti. Ia bisa berganti peran saat dikawal ketat oleh tim lawan.

Haaland punya satu kesempatan lagi untuk membuktikan kualitasnya sebagai ujung tombak saat Dortmund menjamu Manchester City pada leg kedua, pekan depan. Kemenangan dengan skor 1-0 sudah cukup mengantar wakil Jerman itu ke semifinal.