BolaSkor.com - Ketua Umum Jakmania, Tauhid Indrasjarief meminta Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola untuk tidak tendensius terhadap Persija Jakarta. Tim bentukan Polri tersebut sedang gesit memberantas kasus pengaturan skor di Liga Indonesia.

"Kalau saya begini. Kalau memang isu yang kami angkat mengenai pengaturan skor, silakan," ujar pria yang karib dipanggil Bung Ferry itu seusai Persija menghadapi TIRA Persikabo di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Kamis (21/2).

"Jakmania selalu akan mendukung semua tindakan yang membuktikan untuk membongkar mengenai mafia skor pertandingan segala macam, itu kami dukung. Sepak bola kita harus bersih."

"Tapi tolong jangan tendensius, jangan apa-apa semua manuvernya hanya dikait-kaitkan dengan Persija," kata Bung Ferry menambahkan.

Baca Juga:

Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Sebut Tiga Klub yang Tak Pernah Sogok Wasit

Satgas Anti Mafia Bola Mungkin Panggil Mantan Petinggi Persija

Nama Persija mencuat ketika Satgas Anti Mafia Bola menemukan dokumen hancur milik tim ibu kota saat menggeledah bekas Kantor PT Liga Indonesia (LI) di Rasuna Office Park, Setiabudi, Jakarta Selatan pada awal Februari lalu. Kasus ini menyeret nama Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, yang kemudian disematkan status tersangka akibat temuan itu.

"Misalnya begini. Kalau memang awalnya isu ini ramai karena Persija disebut settingan (juara), kemudian ada pengaturan skor, ini kan terjadi tahun 2018. Tapi kan yang jadi kebingungan kita sebagai orang awam, dari anak-anak Jakmania, kenapa kalau memang 2015 penyelenggarakan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Tapi kenapa sekarang fokusnya ke PT LI yang jadi penyelenggara terakhir tahun 2014. Itu kan juaranya bukan kita," imbuh Bung Ferry.

Dalam acara Mata Najwa semalam pula, pertandingan Persija kembali disebut telah diatur. Ketika itu, tim berjuluk Macan Kemayoran ini memenangkan pertandingan 2-1 melawan Mitra Kukar pada partai terakhir Liga 1. Hasil ini membuat Ismed Sofyan dan kawan-kawan berhasil menggondor gelar juara.