BolaSkor.com - Pada 19 Mei 1996, sebuah balapan yang hingga kini tidak pernah lagi terulang terjadi pada Grand Prix Formula 1 di Sirkuit Monaco. Di sirkuit jalan raya ini, untuk pertama kali dan satu-satunya dalam sejarah F1 hanya tiga pembalap yang mencapai garis finis.

Grand Prix Monaco bisa disebut berjalan liar di bawah cuaca basah. Kondisi basah yang dikombinasikan dengan sirkuit Monte Carlo yang terkenal ketat, plus sejumlah masalah mesin membuat banjirnya pembalap yang tak melanjutkan lomba.

Michael Schumacher dan Damon Hill memulai di barisan depan. Akan tetapi Schumacher harus keluar pada lap pembuka setelah alami benturan. Sedangkan Hill harus keluar pada lap 40 karena kerusakan mesin. Pembalap lain tidak jauh lebih baik.

Baca Juga:

Nostalgia - Gol Sundulan Jadi Salam Perpisahan Zidane Kepada Publik Santiago Bernabeu

5 Calon Pengganti Sebastian Vettel di Ferrari

Nostalgia - Final Piala Winners 1964, Sejarah Sporting dan Legenda Cantinho do Morais

Meski demikian, berkat pilihan pit stop yang tepat waktu dan kemampuannya untuk tetap tenang di tengah kekacauan, Olivier Panis dari Ligier-Mugen-Honda berhasil memastikan kemenangan mengesankan walau mengawali lomba dari posisi ke-14.

Itu menjadi satu-satunya kemenangan Panis sepanjang karier membalapnya di F1. David Coulthard berada di urutan kedua saat balapan mencapai batas waktu dua jam dengan 75 dari 78 lap yang dijadwalkan selesai.

Satu pembalap lain yang finis adalah Johnny Herbert. Kesuksesannya naik podium membuat tim Sauber bisa meraih poin. Ya, inilah satu-satunya poin yang diraih Sauber pada musim tersebut.

Menariknya, Heinz-Harald Frentzen, yang harus masuk pit karena semua pembalap di belakangnya telah mundur, mendarat di tempat keempat meskipun tidak sampai akhir.

Sedangkan Mika Salo dan Mika Hakkinen berhasil mendapatkan poin meskipun tidak melanjutkan lomba setelah bertabrakan dengan Eddie Irvine ketika balapan tersisa lima lap lagi.