BolaSkor.com - Sebelum menjadi pelatih di Atletico Madrid, Diego Simeone gelandang ganas yang telah memenangi banyak trofi, termasuk saat meraih gelar ganda LaLiga dan Copa del Rey bersama pasukan Los Rojiblancos.

Sebagai gelandang box-to-box yang gesit, kaya teknik, serta agresif, Simeone dikenal mampu menghentikan serbuan lawan dan memulai serangan. Selama satu dekade Simeone bersinar di LaLiga. Sebelum Atletico, Simeone terlebih dulu berkostum Sevilla.

Setelah melewati berbagai tahapan di klub Argentina Velez Sarsfield, Simeone dua musim merumput di Italia bersama AC Pisa sebelum bergabung dengan Sevilla pada musim panas 1992.

Baca Juga:

3 Pemain Paling Sering Dilanggar di Satu Laga Piala Dunia

5 Mantan Pemain Leeds United yang Menjadi Bintang Premier League

5 Pemain yang Berpotensi Menyelamatkan AS Roma dari Kebangkrutan

Simeone yang saat itu berusia 22 tahun sangat kompetitif. Meski terbilang muda, Simeone dengan cepat menyesuaikan diri dengan kehidupan di Ibu Kota Andalusia itu. Di Sevilla, Simeone bergabung bersama kompatriotnya, Diego Maradona dan Monchi, direktur olahraga Sevilla saat ini.

Setelah mencatatkan 12 gol dalam 64 penampilan di LaLiga bersama Sevilla, Simeone hengkang ke Atletico Madrid, yang saat itu sedang mengalami transisi.

Gaya bermain Simeone yang ngotot diandalkan Atletico untuk berjuang melawan degradasi dan sebuah gol melawan mantan klubnya, Sevilla pada hari terakhir musim itu sangat krusial untuk membawa Atletico tetap berada di divisi teratas.

Selang 12 bulan kemudian, Simeone juga mencetak gol di pertandingan terakhir. Bedanya saat ini bukan untuk menyelamatkan klub dari degradasi. Atletico asuhan Radomir Antic berjaya di LaLiga pada musim 1995-96.

Simeone yang berjuluk El Cholo menjadi jantung tim yang juga berhasil meraih gelar Copa del Rey, dengan mengalahkan Barcelona 1-0 di final berkat gol dari Milinko Pantic.

Musim panas 1997 membawa Simeone ke Italia, di mana dia bermain selama dua tahun membela Inter Milan dan menjuarai Piala UEFA 1997-98. Dia kemudian menghabiskan empat musim lagi di Lazio, di mana dia mengangkat empat trofi termasuk gelar Serie A 1999-2000 dalam sebuah tim yang dilatih oleh Sven Goran Eriksson.

Simeone kembali ke Atletico pada 2003 untuk membantu klub melewati masa sulit dalam sejarahnya. Bersama dengan rekan baru, termasuk kompatriot Ariel Ibagaza, dan dua talenta asli asal akademi, Fernando Torres dan Gabi Fernandez, Simeone membantu tim kembali ke kasta tertinggi setelah dua musim berada di kasta kedua.

Karier internasionalnya bersama Argentina cukup panjang dan sukses, termasuk 11 gol dalam 108 pertandingan, penampilan dalam tiga Piala Dunia, serta dua gelar Copa America.

Setelah menyelesaikan karier bermainnya di tanah kelahiran bersama Racing Club, ia kemudian memulai karier kepelatihannya di Argentina sebelum kembali ke Atletico sebagai pelatih pada Desember 2011.

Sebagai pelatih, Simeone segera mencari cara menanamkan semangat sama seperti yang telah ditampilkan pekan demi pekan saat membela Atletico. Simeone memutuskan membawa rekan satu timmya saat meraih gelar ganda musim 1995-96, Juan Vizcaino dan Jose Luis Caminero.

Hasilnya, Simeone membawa Atletico menjadi juara Copa del Rey pada 2012-14. Sukses yang dilanjutkan dengan merengkuh gelar LaLiga pada musim 2013/14. Tak ketinggalan dua kali menjadi finalis Liga Champions, 2013–14 dan 2015–16.

Mantan gelandang tak kenal lelah ini dikenal dengan karakternya yang meledak-ledak, terutama ketika mendampingi timnya dari pinggir lapangan. Hal yang akan kembali dilakukannya setelah Atletico memulai kembalinya LaLiga dengan mengalahkan Valladolid 1-0.

Berawal sebagai pemain dan sekarang menjadi pelatih, El Cholo adalah seorang Atletico sejati.