BolaSkor.com - Mengoleksi jersey adalah hal yang sangat lumrah bagi penggemar sepak bola. Apalagi desain yang sering berganti setiap musim, mau tidak mau para fans harus meng-update koleksi mereka juga. Jadi, jangan heran kalau satu orang bisa mengoleksi beberapa buah jersey sekaligus.

Dokter Pratama Wicaksana Wijaya, dokter tim Persebaya Surabaya itu, memiliki hobi mengoleksi jersey. Hobi yang digelutinya sejak duduk di bangku kuliah. Dia kerap menyisihkan uang sakunya untuk membeli jersey.

“Dulu berawal dari jersey KW beberapa pemain belakang favorit. Setelah lulus dan punya penghasilan sendiri mulai membeli yang original. Seperti hobi-hobi saya yang lain, semua murni dari diri sendiri,” ceritanya kepada BolaSkor.com.

Baca Juga:

Cerita Jacob Pepper: Belajar Bahasa Indonesia hingga Bisnis Kafe Sehat di Surabaya

Profil 6 Stadion Venue Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia

Tommy, sapaan akrabnya, ‘keranjingan’ mengoleksi jersey setelah memiliki banyak relasi sesama penggemar jersey. Apalagi semenjak bergabung dengan klub kebanggaan Kota Pahlawan, dia tak segan berdiskusi dan meminta saran ke komunitas jersey, Surabaya Jersey Community (SJC).

Alhasil, koleksi jersey milik lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang ini tak hanya meliputi jersey klub-klub yang berlaga di Liga Spanyol, Liga Inggris, atau Liga Italia. Dari berbagai koleksinya, dia memiliki puluhan kostum pemain idolanya, Philipp Lahm, legenda Bayern Munchen dan Timnas Jerman. Dia juga memiliki jersey dengan desain unik yang dikenakan klub Liga Jepang, Shimizu S-Pulse pada tahun 1992.

Shimizu S-Pulse mempertahankan peta di dalam jerseynya. (Istimewa)

“Saya dasarnya suka sama jersey dengan desain unik dan ada ceritanya. Tidak melulu jersey vintage atau dari klub atau negara tertentu. Saya ada klub Liga Turki, Liga Jepang tahun 1990-an dan 2000-an, macam-macam. Yang paling saya suka Shimizu S-Pulse, itu desain jersey-nya peta dunia, dan ada Indonesia di situ,” kata Tommy.

Baca Juga:

6 Pelatih Asing yang Rasakan Juara Era Liga Indonesia hingga Liga 1

Plus-Minus Penundaan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020

Dia juga mendapatkan berbagai pengalaman unik dari hobinya ini. Mulai dari salah terima paket hingga memasang nameset pemain yang ternyata tidak pernah mengenakan jersey klub sepanjang kariernya.

“Yang paling seru, ketika dapat koleksi jersey, terus dipasang nama pemain eh ternyata selama karier, pemain itu nggak pernah pakai jersey dengan desain itu. Kalau kata orang Tionghoa, amsyong,” tandasnya sembari tertawa. (Laporan Kontributor Kurniawan/Surabaya)