BolaSkor.com - Saat mengawali musim 2019-2020, Espanyol tentu tak akan menyangka akan terdegradasi dari LaLiga. Apalagi hal itu disebabkan oleh kekalahan atas rival sekota.

Sayangnya hal itu benar-benar terjadi. Espanyol dipastikan terdegradasi saat LaLiga menyisakan tiga laga lagi usai takluk dari rival sekota mereka, Barcelona dengan skor 0-1, Kamis (9/7) dini hari wib.

Tanda-tanda terdegradasinya Espanyol dari LaLiga sebenarnya sudah terlihat sejak paruh musim ini. Saat itu, Los Periquitos sudah terbenam di dasar klasemen meski hanya tertinggal empat poin dari zona aman.

Baca Juga:

Pelatih Barcelona Berikan Pembelaan Terkait Kartu Merah Ansu Fati

Ansu Fati dan Potensi Pemecahan Rekor Gol Spanyol U-17

Derbi Barcelona, Beda Kepentingan, dan Potensi Akhir Perjalanan 27 Tahun Espanyol di LaLiga

Gol Luis Suarez memastikan Espanyol terdegradasi.

Hal tersebut tentu ironis karena pada musim ini, Espanyol merupakan salah satu wakil Spanyol di Liga Europa dan berhasil lolos dari fase grup. Mungkin faktor ini juga yang akhirnya membuat mereka keteteran di LaLiga.

Setelah paruh musim, Espanyol hanya mampu mengumpulkan 13 poin hasil tiga kemenangan dan empat kali imbang. Sementara sembilan laga sisanya berakhir dengan kekalahan.

Jumlah tersebut terlalu sedikit jika dibanding para pesaingnya di zona degradasi. Alhasil perolehan poin Espanyol yang kini berjumlah 24 poin sudah tak mungkin mengejar tim lain di zona aman.

Ini merupakan kali pertama dalam 26 musim terakhir, Espanyol harus terdegradasi dari LaLiga. Sebelumnya pada 23 April 1994, tim yang saat itu ditangani Jose Antonio Camacho merayakan keberhasilannya promosi dari divisi Segunda.

26 Musim berlaga di kasta tertinggi, Espanyol telah melewati berbagai momen bersejarah. Ada yang bermakna bahagia tapi tak sedikit yang merupakan masa-masa sulit.

Espanyol telah ditangani 25 pelatih sepanjang 26 musim terakhir berlaga di LaLiga. Sebuah catatan yang sebenarnya tak terlalu baik.

Tiga dari 25 pelatih bahkan sempat berkuasa pada musim 2003-2004 saat Espanyol nyaris terdegradasi. Luis Fernandez yang sempat bersaing bersama Luis Milla untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia akhirnya mampu menyelamatkan tim ini pada pekan terakhir.

Sejumlah nama besar seperti Camacho, Ernesto Valverde, Mauricio Pochettino, Javier Aguirre, hingga Quique Sanchez Flores juga pernah menangani tim ini. Hasilnya dua trofi Copa del Rey (2000 dan 2006), serta finalis Piala UEFA 2007 berhasil diraih.

Pemain-pemain berkategori bintang juga pernah mengenakan seragam biru-putih kebanggaan Espanyol. Beberapa di antaranya seperti Raul Tamudo, Carlos Kameni, Ivan De la Pena, Albert Riera, Pablo Zabaleta, Dani Osvaldo, hingga Luis Garcia.

Namun pemain bintang yang tak mungkin dilupakan adalah Daniel Jarque. Pemain asli Barcelona yang digadang-gadang menjadi andalan Espanyol tewas pada musim panas 2009 saat tengah melakoni pramusim di Italia.

Sepanjang 26 musim berlaga di LaLiga, Espanyol juga sudah tiga kali berganti stadion. Awalnya mereka berkandang di Sarria, lalu pindah ke Stadion Olimpiade pada 1997 hingga 2009 sebelum akhirnya menempati RCDE Stadium sampai sekarang.

Jika ditotal, Espanyol sudah 85 musim tampil di LaLiga. Jumlah tersebut sama dengan Valencia dan hanya kalah dari Real Madrid, Barcelona, dan Athletic Bilbao.

Terdegradasinya Espanyol dari LaLiga tentu akan membuat Derby Catalunya tak akan terjadi musim depan. Namun dengan sejarah panjang dan keseriusan manajemen, rasanya mereka tak butuh waktu lama untuk kembali promosi ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola Negeri Matador tersebut.