BolaSkor.com - Menjadi pesepak bola bukan sekadar bakat. Terkadang, butuh juga sebuah keberuntungan. Namun, bila sedang mujur, satu keluarga bisa menjadi pesepak bola handal semua.

Sepak bola memang jadi salah satu harapan banyak anak di Indonesia. Mereka berharap bisa menjadi pesepak bola profesional. Besarnya harapan itu membuat perbandingan anak yang ikut, dengan yang menjadi pesepak bola sangat kecil.

Bahkan, belum tentu dalam satu kota ada yang sukses jadi pesepak bola kasta tertinggi di Indonesia. Namun, ada kalanya juga dalam satu kampung banyak melahirkan pesepak bola, salah satunya Desa Tulehu di Maluku.

Baca Juga:

Wawancara Eksklusif Qischil Gandrum Minny: Penghentian Liga 2 hingga Pandangan Pemotongan Gaji

Wawancara Eksklusif Bagus Kahfi: Cerita Pengalaman di Inggris dan Rasa Kangen Indonesia

Di Indonesia, keberuntungan bisa lahir dalam ruang lebih sempit, salah satunya dalam satu keluarga. Ada sederet keluarga yang terbilang sangat mujur. Bukan hanya satu, dalam satu keluarga bisa memiliki dua hingga tiga orang yang mencapai kesuksesan.

Bolaskor.com mencatatkan tiga keluarga yang terbilang sangat mujur dalam persepak bola di Indonesia. Ada tiga orang dalam satu keluarga yang bisa meraih kesuksesan bersama-sama.

1. Keluarga Seto Nurdiantoro

Keluarga Seto Nurdiantoro
Seto Nurdiantoro. (BolaSkor.com/Muhammad Fadly)

Keluarga asal Kabupaten Kalasan, DIY, ini terbilang sangat mujur. Seto Nurdiantoro menjadi sosok pertama. Dia sukses bersama klub-klub DIY, juga mampu menembus Timnas Indonesia pada 1999-2001.

Kesuksesan Seto kemudian diikuti dua adik kandungnya, Fajar Listyantara dan Yohanes Yuniantara. Sama seperti Seto, Fajar dan Yohanes juga pilih membela klub-klub DIY.

Bedanya, bila Seto berperan sebagai gelandang bertipikal menyerang, Fajar dan Yohanes pilih menjadi full back. Yohanes terkenal dengan kecepatannya. Sementara Fajar punya spesialisasi dalam melakukan lemparan ke dalam. Fajar bisa melemparkan bola, layaknya sepak pojok.

2. Indriyanto Setia Adi Nugroho

Indriyanto juga merupakan bagian dari keluarga yang beruntung di Indonesia. Indriyanto memiliki adik bernama Haryanto "Tommy" Prasetyo dan Indriawan.

Indriyanto dan Tommy tak perlu diragukan lagi. Keduanya merupakan pemain yang mencatatkan kesuksesan bersama beberapa klub. Selain itu, keduanya juga lekat dengan seragam Timnas Indonesia. Indriyanto berposisi sebagai penyerang dan Tommy sebagai gelandang.

Sementara Indriawan terbilang tak begitu bersinar. Indriawan pernah satu tim bersama Tommy di Persijatim Solo FC pada musim 2003. Namun setelah itu, namanya tak begitu terdengar.

Baca Juga:

Wawancara Eksklusif Silvio Escobar: Cinta Indonesia karena Istri hingga Kenangan Kota Serui

Kisah Inspiratif Agus Fauzan, Wasit Liga 1 Jadi Tenaga Medis Tangani Virus Corona

3. Abduh Lestaluhu

Abduh Lestaluhu
Abduh Lestaluhu. (Instagram)

Abduh Lestaluhu melanjutkan bakat-bakat hebat dari Tulehu, Maluku. Pemain jebolan SAD Uruguay ini menjadi salah satu fullback terbaik di Indonesia. Bek Timnas Indonesia ini sekarang bersama Persikabo Bogor.

Namun, siapa sangka bahwa adik-adik Abduh juga mengikuti jejaknya. Tiga adiknya kini masih aktif sebagai pesepakbola profesional. Mulai Rafid Lestaluhu (Bandung United), Arafat Lestaluhu (Persikad Depok) dan Anan Lestaluhu (Bali United).

Keluarga ini juga luar biasa. Abduh, Rafid dan Anan pernah merasakan seragam Persija Jakarta, meski beda generasi. Abduh pada 2013-2015, Rafid pada 2016 dan Anan pada 2018.

Bisa dilang, sulit untuk menandingi keluarga ini. Apalagi Abduh dan Anan berada di klub kasta tertinggi Indonesia. Anan yang baru berusia 20 tahun masih berpotensi menyusul Abduh ke Timnas Indonesia.

4. Dua Bersaudara

Boaz Solossa
Boaz Solossa. (Istimewa)

Selain tiga keluarga super beruntung tersebut, ada pula kisah Kas Hartadi bersama Sri Widadi. Keduanya sukses membawa Kramayuda Tiga Berlian dan Arseto Solo juara Galatama.

Ada pula Ortizan Solossa dan Boaz Solossa, Jefry Prasetyo dan Yudho Prasetyo, Zulham Zamrun dan Zulvin Zamrun, Ahmad Kurniawan dan Kurnia Meiga, Fandi Eko Utomo dan Wahyu Subo Seto dan masih banyak lainnya. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)