BolaSkor.com - Luis Manuel Blanco menyampaikan kisah perjuangannya melawan virus corona (COVID-19). Ia sempat koma setidaknya selama enam hari.

Luis Manuel Blanco merupakan sosok yang sempat muncul di sepak bola Indonesia pada 2013. Itu setelah pelatih asal Argentina diumumkan menangani Timnas Indonesia oleh Ketua Umum PSSI saat itu Djohar Arifin Husein pada 7 Februari 2013.

Luis Manuel Blanco ditunjuk guna menggantikan Nil Maizar, saat kondisi PSSI belum kondusif menyusul dualisme kompetisi, klub, hingga federasi: PSSI-KPSI. Penunjukkannya ditolak oleh beberapa anggota Komite Eksekutif PSSI dan Djohar dianggap melakukan manuver sepihak.

Luis Manuel Blanco merasakan pengalaman pahit. Sempat memimpin latihan Timnas, di tengah munculnya dua sumber pemanggilan oleh BTN (Badan Tim Nasional) dan PSSI, pelatih asal Argentina kemudian dilengserkan.

Kepemimpinannya di Timnas sempat menimbulkan polemik, setelah kabar pemecatan 14 pemain karena dianggap indisipliner. Luis Manuel Blanco hanya seumur jagung memimpin skuat Garuda.

Timnas Indonesia kemudian ditangani oleh Rahmad Darmawan, dengan pemain ISL dan IPL ikut serta. Oleh La Nyalla M. Mattalitti yang memimpin BTN menggantikan Isran Noor pasca masuk lagi ke PSSI, Luis Manuel Blanco digeser menangani Timnas U-19. Blanco kemudian menempuh jalur hukum setelah diombang-ambing PSSI.

Namanya kembali mencuat setelah dilaporkan terinfeksi virus corona pada awal April. Ia menjalani perawatan intensif sejak 7 April di Costa del Sol di Marbella, Spanyol setelah sesak napas.

Baca Juga:

Takut Terinfeksi Virus Corona, N'Golo Kante Tolak Ikuti Latihan Chelsea

Jurgen Klopp Tak Mau Paksa Pemain Liverpool Berlatih di Masa Pandemi

Dalam wawancara terbaru dengan Los Tiempos, Luis Manuel Blanco, memperkirakan bahwa virus menjangkitinya setelah ke supermarket. Ia sekali seminggu ke supermarket ketika menjalani prosedur kesehatan. "Di sana, saya kira penularannya. Karena tidak ada pemain, anggota staf teknis, atau pemimpin yang terinfeksi virus corona. Satu-satunya saya," katanya, yang kini menangani klub Gibraltar, Mons Calpe.

"Saya mulai mengalami demam, berpikir itu hanya angin atau sakit tenggorokan. Saat itu, direktur olahraga berbicara dan menyuruh saya ikut tes di Gibraltar. Saya melakukannya pada hari Selasa dan butuh waktu lama untuk hasilnya, sekitar tiga hari. Ketika saya menerimanya, itu sehari sebelum saya masuk ke Spanyol."

Luis Manuel Blanco kemudian merasakan sesak napas. Ia juga mengaku tidak bisa bangun. "Di rumah sakit mereka melakukan tes lain yang lebih cepat, yang keluar dalam 20 menit. Mereka membawa saya ke kamar lain yang terisolasi, di mana saya tidak ingat apa-apa lagi. Saya sudah koma, saya menghabiskan enam hari seperti ini."

"Saya bertarung dengan virus agar tidak membunuh saya, karena tidak ada vaksin atau antibiotik. Bantuan yang dokter lakukan dalam perawatan intensif adalah memberi oksigen untuk melawan virus. Jika Anda baik secara fisik Anda pasti bisa mengalahkannya, jika Anda tidak baik atau jika Anda memiliki penyakit lain membawa Anda (kematian)."

Bagi Luis Manuel Blanco, virus corona tidak bisa diremehkan. "Saya tidak ingin itu terjadi pada saya dan dengan bantuan Tuhan saya bisa melangkah, dengan orang-orang yang berdoa dan keluarga saya yang tidak bisa ke Spanyol karena mereka tinggal di Argentina untuk karantina. Juga, jika seseorang meninggal, mereka langsung ke krematorium."

Ia juga bercerita soal kisah alam bawah sadar selama koma. "Saya memimpikan banyak hal buruk, orang-orang memanggil dan orang-orang tua ingin meraih tangan Anda. Ada alasan mengapa saya bangun, tetapi saya tidak pernah mengatakannya dan saya harus bicara dengan keluarga. Mereka punya perasaan dan tidak tahu apakah meninggal atau hidup karena koma. Ketika mereka menyadari bahwa saya bangun, yang bisa saya lakukan hanyalah menangis. Saya tidak tahu bahwa saya dalam kondisi itu, tetapi di sana saya melihat kenyataan dari apa yang terjadi."

Luis Manuel Blanco sudah mulai melakukan aktivitas. "Saya mulai berjalan. Saya menghitung telah berjalan satu kilometer bersama terapis fisik untuk memulihkan massa otot. Setiap hari saya lebih baik dan pulih."