Peristiwa kontroversi Gijon (Piala Dunia 1982)

Aljazair menjadi aktor utama pada peristiwa ini. Pada saat itu, wakil Afrika tersebut melakoni pertandingan terakhirnya pada fase grup sehari sebelum laga Jerman Barat kontra Austria.

Dengan begitu, Jerman Barat dan Austria sudah mengetahui hasil apa yang mereka butuhkan untuk lolos ke babak selanjutnya. Jerman Barat akan meraih empat poin bila memenangi pertandingan. Angka tersebut sama dengan yang diraih Jerman Barat dan Austria. Namun, duo Eropa itu lebih unggul dalam selisih gol.

Jerman Barat memimpin setelah 10 menit awal. Namun, usai gol tersebut kedua tim bermain tanpa keinginan untuk mencetak gol alias puas dengan hasil yang diraih.

Hasil tersebut membuat Aljazair harus tersingkir dan membuat semua pendukung marah sambil menyanyikan "fuera, fuera" (keluar, keluar) dari dalam stadion. Sejak saat itu, FIFA membuat peraturan di mana pertandingan terakhir pada fase grup harus dimainkan secara bersamaan.