BolaSkor.com - Virgil van Dijk kini menjadi salah satu bek tengah terbaik di dunia. Bek asal Belanda itu mempersembahkan trofi Liga Champions musim 2018/2019 untuk Liverpool.

Tak hanya itu, Virgil van Dijk digadang-gadang menjadi salah satu kandidat peraih Ballon d'Or tahun ini. Virgil van Dijk juga sempat menyandang status bek termahal dunia, sebelum rekor transfernya dipecahkan Lucas Hernandez.

Ternyata ada fakta menarik di balik penemuan bakat Virgil van Dijk. Orang yang menemukan bakatnya adalah mantan Direktur Teknik Timnas Indonesia, Pieter Huistra.

Pieter Huistra yang memberikan debut senior bagi Virgil van Dijk ketika membela Groningen pada 2011. Pieter Huistra yang membawa Virgil van Dijk ke Groningen dari tim muda Willem II.

Baca Juga:

Soal Ballon d'Or, Virgil van Dijk Justru Jagokan Lionel Messi

Mourinho Sebut Liverpool Sangat Pragmatis dan Laga Final Tak Menarik

"Lagi pula saya bias, jadi saya akan memilih Virgil. Dia (Van Dijk) memiliki lebih banyak, dia memiliki sedikit lebih banyak. (Nemanja) Vidic, tentu saja, tanpa diragukan lagi adalah pemain yang sangat bagus, ia bermain di tim papan atas," jelas Huistra, seperti dilansir talkSport.

"Dalam pandangan saya, Virgil memiliki segalanya. Ia memiliki bakat, ia memiliki teknik, ia memiliki passing, ia memiliki kepemimpinan defensif, ia memiliki kepribadian yang menarik perhatian orang," tutur pelatih berusia 52 tahun ini.

Pieter Huistra
Pieter Huistra. (Soccernews)

Pieter Huistra kini memuji karier cemerlang Virgil van Dijk. Asisten manajer klub Uzbekistan, Pakhtakor Tashkent FK sudah memprediksi bahwa Virgil van Dijk akan menjadi pemain hebat.

"Ketika dia pergi ke Groningen dia meninggalkan rumahnya, jadi baginya itu adalah langkah besar pada waktu itu, dua setengah jam jauhnya dari ibunya, sosok yang dekat dengannya," ungkap Huistra.

"Di Groningen dia tinggal dengan pemain lain. Untuk seseorang di usia 18, 19, ini adalah langkah besar, ia harus belajar memasak untuk dirinya sendiri dan merawat dirinya sendiri. Dia datang ke lingkungan baru dan harus terbiasa dengan cara kerja.

"Dia masuk tim cadangan, para pelatih banyak membantunya. Saya melihat dia bermain setiap minggu, semua orang bisa melihat bahwa dia akan menjadi pemain tim utama," terangnya.

"Dia berlatih dengan tim utama selama dua bulan terakhir musim itu dan menjadi pemain pengganti, kemudian memulai beberapa pertandingan. Itu perkembangan alami. Dia bekerja keras dan menjadi pemain sepak bola yang lebih baik," beber eks asisten pelatih Ajax Amsterdam ini.