BolaSkor.com - Gol perdana Daniel Maldini pada debutnya sebagai starter untuk AC Milan semakin mempertegas kehebatan klan Maldini di dunia sepak bola. Sebelumnya, sudah ada sang kakek, Cesare Maldini, dan sang ayah, Paolo Maldini, yang terlebih dahulu mengukir tinta emas.

Klan Maldini memiliki empat penggawa yang berkarier di sepak bola. Mereka adalah Cesare, Paolo, Christian, dan Daniel.

Cesare adalah bagian dari kesuksesan Milan meraih gelar Europa Cup pada 1960-an. Kemudian, sang anak, Paolo, datang pada akhir 80-an dan menjadi satu di antara bek kiri terbaik sepanjang sejarah. Membela Milan selama lebih dari dua dekade, Paolo meraih tujuh gelar Serie A dan lima kali juara Liga Champions.

Baca juga:

5 Pemilik Klub Terkaya di Premier League

3 Gelandang Bertahan Gratisan yang Bisa Diboyong Manchester United Musim Depan

4 Duel Antar Lini Atletico Madrid Vs Barcelona

Putra sulung Paolo, Christian (saat ini membela Pro Sesto), sejauh ini masih gagal mengikuti jejak ayahnya. Namun, Daniel menunjukkan berada di jalur yang benar.

Total, klan Maldini mengoleksi 18 gelar sejauh ini. Perinciannya adalah Serie A (11), Liga Champions (6), Coppa Italia 2002-2003, Piala Super Ialia (5), Piala Super UEFA (4), Piala Interkontinental (2), Piala Dunia Antarklub 2007.

Rupanya, tidak hanya klan Maldini yang punya sejarah manis. Setidaknya ada lima dinasti lainnya yang tidak kalah bersinar. Sebagai catatan, daftar ini diambil bukan hanya menjadikan hubungan ayah dan anak sebagai pakem. Selain itu, setidaknya harus ada tiga generasi yang terlibat.

Dinasti Forlan
Anggota: Juan Carlos Corazzo, Pablo, Diego
Total Gelar 22: Divisi Primera (8), Premier League 2002-2003, Liga Premier Hong Kong 2017=2018, Copa Libertadores 1966, Piala FA 2003-2004, Liga Europa 2009-2010, Campeonato Paulista (3), Campeonato Gaucho 2013, Community Shield 2003, Piala Super Eropa 2010, Piala Interkontinental 1966, Copa America (2).

Juan Carlos Carazzo tidak meraih banyak titel sebagai pemain. Namun, ia menemukan kesuksesan ketika menukangi tim nasional Uruguay.

Ia membawa Uruguay meraih dua gelar Copa America. Pada kemenangan kedua, satu di antara pemainnya adalah Pablo Forlan yang menjadi menantunya.

Pablo punya banyak prestasi sebagai pemain. Ia merengkuh empat titel liga Uruguay berturut-turut dan Copa Libertadores pada 1966.

Kemudian, datang Diego Forlan yang berjuang bersama Manchester United dan bermain di Spanyol. Hebatnya, Forlan juga menjaga warisan keluarga dengan membawa Uruguay juara Copa America.

Dinasti Alonso
Anggota: Marcos, Marcos, Marcos
Total gelar 19: LaLiga (6), Premier League 2016-2017, Liga Champions (6), Copa del Rey (2), Piala FA 2017-2018, Liga Europa 2018-2019, Piala Super Eropa 2021, Piala Interkontinental 1960.

Ya, dinasti Alonso punya tiga nama awal yang sama yakni Marcos. Marcos pertama merupakan penggawa Real Madrid yang memenangi lima titel Liga Champions berturut-turut.

Menariknya, Marcos kedua yang merupakan putra dari Marcos pertama memilih membela Atletico Madrid dan Barcelona. Dia memenangi gelar LaLiga.

Kemudian, tongkat estafet dipegang Marcos Alonso yang saat ini memperkuat Chelsea. Tak kalah dari dua pendahulunya, Alonso juga punya segudang prestasi seperti Premier League, Liga Champions, dan Liga Europa.

Caption

Dinasti Hernandez
Anggota: Tomas Balcazar, Javier, Javier
Total gelar 12: Divisi Primera (4), Liga Inggris (2), Copa MX 1989/90, Liga Europa 2019/20, Community Shield 2010, Piala Dunia Antarklub FIFA 2014, Piala Emas CONCACAF 2011, Piala CONCACAF 2015.

Tomas Balcazar adalah legenda sepak bola Meksiko berkat perannya dalam memenangi gelar pertama untuk tim bersejarah "Campeonisimo" Guadalajara. Ia bahkan tampil membela Meksiko di Piala Dunia dan mencetak gol ke gawang Prancis.

Darah pesepak bola mengalir ke sang putra, Javier, yang dikenal sebagai Chicaro. Ia juga terpilih memperkuat Meksiko di Piala Dunia dan mencapai perempat final pada 1986.

Sang putra, Javier, yang juga dikenal sebagai Chicharito, punya jalan lain dengan bersinar di Inggris bersama Manchester United. Ia mendulang dua titel Premier League.

Satu di antara momen terbaik Chicharito adalah mencetak gol untuk Meksiko pada Piala Dunia 2010 melawan Prancis pada usia 22 tahun. Itu seperti yang dilakukan sang kakek.

Dinasti Kluivert
Anggota: Kenneth, Patrick, Justin, Ruben
Total gelar 11: Hoofdklasse (2), Eredivisie (3), LaLiga 1998/99, Liga Champions 1994-1995, Piala Super UEFA 1995, Piala Interkontinental 1995.

Dinasti Kluivert bermula di Suriname dan diawali oleh Kenneth Kluivert. Cerita berlanjut dengan kisah sang putra, Patrick Kluivert yang membawa Ajax Amsterdam juara Liga Champions pada usia 18 tahun sebelum pindah ke Barcelona.

Kedua putranya, Justin dan Ruben, punya jalan yang berbeda. Putra pertama bermain untuk Ajax sebelum pindah ke AS Roma dan kini membela Nice. Sementara itu, Ruben kembali ke Belanda untuk memperkuat Utrecht.

Dinasti Llorente
Paco Gento, Ramon Grosso, Paco, Marcos
Total gelar 45: LaLiga (23), Liga Champions (8), Copa del Rey (7), Piala Super Spanyol (4), Piala Interkontinental 1960, Piala Dunia Antarklub FIFA (2).

Dinasti terakhir dalam daftar ini adalah Llorente yang dimotori oleh Paco Gento. Sang leluhur meraih 12 titel LaLiga.

Keponakan Paco Gento, Paco Llorente, tidak terlalu dominan seperti pamannya. Ia harus meninggalkan Real Madrid dan mencari jalan sendiri. Meskipun, pada akhirnya ia kembali ke Santiago Bernabeu dan mendapatkan tiga gelar LaLiga beruntun bersama Quinta del Buitre.

Menariknya, Paco Llorente menikah dengan putri Ramon Grosso, Maria Angela. Ia menyatukan dua keluarga legenda Madrid dan menghasilkan Marcos Llorente sebagai penerus.

Marcos Llorente memang meraih banyak gelar bersama Real Madrid, tetapi hanya berstatus pemain cadangan. Tak heran, ia memutuskan angkat koper ke Atletico dan membatu meraih gelar LaLiga musim lalu.