BolaSkor.com - Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing, memastikan pihaknya tidak bisa menindak dugaan pengaturan skor yang melibatkan klub Liga 3 Jawa Timur, Gresik Putra (Gestra Paranane FA). Sebab, kasus tersebut merupakan ranah dari Komdis di Asprov PSSI Jawa Timur.

"Saya banyak ditanya tentang kasus yang di Jawa Timur tentang adanya pengaturan skor. Saya ingin menjelaskan bahwa itu dalam lingkup Liga 3 Jawa Timur. Karena Liga 3 Jawa Timur, maka akan ditangani oleh Asprov PSSI Jawa Timur dan komdisnya,” kata Erwin Tobing kepada awak media di Kantor PSSI, Jakarta, Kamis (18/11) sore WIB.

Meski tidak bisa melakukan tindakan, namun Erwin Tobing menjamin bahwa Komdis PSSI Pusat tidak akan lepas tangan. Erwin mengatakan pihaknya akan mengawasi dan membantu Komdis Asprov PSSI Jawa dalam menangani kasus dugaan pengaturan skor di Liga 3 Jawa Timur ini.

Baca Juga:

Persija Usung Misi Bangkit di Seri 3 Liga 1: Dimulai dari Persib!

Hasil Liga 1: Persita Kalahkan Bhayangkara FC, PSIS Main Imbang

"Kami kontak, mendengar, dan memberi arahan apa yang harus dilakukan oleh mereka. Kalau ternyata bisa diketahui, mudah-mudahan bisa terungkap, segera kerja sama dengan Polda untuk diusut tuntas,” ujar Erwin Tobing.

Sebelumnya, manajemen Gresik Putra (Gestra Paranane FC) melaporkan dugaan kasus pengaturan skor di Liga 3 Jawa Timur kepada Komdis Asprov PSSI Jawa Timur. Dugaan pengaturan skor itu terjadi saat Gresik Putra menghadapi NZR Sumbersari FC dan Persema Malang.

Saat menghadapi NZR Sumbersari, Gresik Putra kalah dengan skor 0-1. Lalu, ketika berhadapan dengan Persema, Gresik United dicukur 1-5.

"Ada deal yang kami dengar kepada pemain dan ofisial. Polda (Jatim) tentu akan membantu menanganinya. Ketum PSSI (Mochamad Iriawan) sangat tidak ingin ada pengaturan skor dalam persepakbolaan. Kami semua tidak ingin hal itu terjadi," tutur purnawirawan jenderal bintang dua kepolisian tersebut.