BolaSkor.com - Timnas Malaysia U-19 keluar sebagai pemenang turnamen Piala AFF U-19 yang telah berakhir dua pekan lalu. Dalam perjalanannya, Malaysia mengalahkan tuan rumah, Indonesia U-19, melalui drama adu penalti di semifinal.

Kedudukan berakhir imbang 1-1 di waktu normal melalui gol penalti Egy Maulana Vikri yang dibalas gol Muhammad Syaiful bin Alias. Saat dihadapkan pada drama adu penalti, tiga eksekutor penalti Indonesia gagal menjalankan tugasnya, sementara Malaysia hanya sekali gagal mencetak gol dan menang dengan skor 3-2.

Pasca laga tersebut, ada insiden kecil yang terjadi di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Ketika para pemain dan staf kepelatihan Malaysia tengah merayakan kemenangan, suporter Indonesia berlari memasuki tribun VIP dan mulai melempari botol kepada Malaysia.

Mereka terpicu dengan selebrasi Malaysia. Apalagi jika mengingat rivalitas panjang antara Indonesia dengan Malaysia di kawasan Asia Tenggara. Para pemain dan staf kepelatihan Malaysia sampai harus berlari memasuki lorong ruang ganti pemain karena minimnya pengamanan di dalam stadion.

Menanggapi hal tersebut, Ratu Tisha selaku Sekretaris Jenderal PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), menilai aksi suporter Indonesia hanyalah 'insiden kecil' jika dibandingkan dengan rivalitas Indonesia-Malaysia di masa lalu.

"Kita semua harus benar-benar memahami kompleksitas dan sejarah dari rivalitas (Indonesia-Malaysia): pemain Malaysia melakukan selfies di lapangan pertandingan sembari menanti suporter bubar (pasca laga). Kejadian itu (lemparan botol) tidak mencerminkan realitas pertandingan," tutur Ratu Tisha, diberitakan Goal, Rabu (25/07).

"Jika kita kembali ke Piala AFF 2010, ada tekanan sangat besar dari suporter: ada 70.000 fans di dalam stadion dan kami masih dapat menanganinya, mengevakuasi tim dari stadion tepat waktu, karena kami khawatir dengan keamanan tim Malaysia. Rivalitas seperti itu sudah dibangun (lama), sesuatu yang harus lebih dihargai dan tidak menyalahkan siapapun."

"Tim U-19 (Malaysia) bisa melakukan selebrasi kemenangan di lapangan pertandingan pasca laga, melakukan selfies, sesuatu yang tidak dapat mereka lakukan jika situasinya terlalu menakutkan. Saya bisa tunjukkan kepada Anda rekaman video dan foto-fotonya. Insiden itu hanya 0,0001 persen dari keseluruhan rivalitas Indonesia dan Malaysia," tegas Ratu Tisha.

Ratu Tisha mengucapkannya pasca pengundian ulang penyisihan grup sepak bola pria Asian Games 2018 yang berlangsung di kantor AFC, Kuala Lumpur, Malaysia. Ratu Tisha lebih lanjut berharap, insiden kecil di Gelora Delta itu tidak terlalu dibesar-besarkan oleh media.

"Mari jangan melihatnya seperti peperangan, tapi sebagai sesuatu yang harus dihargai. Tentu saja kami akan melindungi pemain dan staf kepelatihan 100 persen, seperti yang kami biasa lakukan, dengan menurunkan polisi dan personel militer untuk memberi keamanan," urai Ratu Tisha.