BolaSkor.com - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar akhirnya buka suara mengenai wacana Liga 1 2021 tanpa degradasi. Pria berkumis tebal itu terheran-heran.

Menurutnya, tidak seharusnya Liga 1 2021 menerapkan sistem tanpa degradasi. Sebab hal itu akan memengaruhi nilai dari kompetisi.

"Ini atas pribadi, bukan atas nama Persib. Karena di mana pun, dari tahun mulai berdirinya PSSI, event-event apa pun kecuali turnamen, karena ini kan nasional, untuk ke internasional, menurut saya kalau nanti sampai tidak ada degradasi, rasanya ini salah, salah," ujar Umuh Muchtar di kediamannya di Kiaracondong, Kota Bandung.

Baca Juga:

Sudah Sepakat, Dua Pemain Asing Persebaya Gabung Akhir Mei

Persija Gelar Persiapan Mulai 20 Mei, Latihan Dilaksanakan Tertutup

Umuh Muchtar berharap wacana tanpa degradasi tidak bisa terealisasi. Sehingga Liga 1 2021 bisa menerapkan kembali sistem degradasi bagi tim penghuni papan bawah klasemen.

"Mudah-mudahan nanti dirembukkan kembali bersama Exco (Komite Eksekutif). Kan kalau pimpinan juga menunggu laporan Exco-nya, bukan Pak Iwan (Ketum PSSI) yang menentukan. Dirembukkan dulu, nanti ini coba klub-klub bagaimana, gitu kan suaranya," tuturnya.

Umuh Muchtar yakin para klub juga menolak apabila Liga 1 2021 tidak menerapkan sistem degradasi. Sebab, para klub berkeinginan memajukan sepak bola Indonesia.

"Kalau klub yang murni, benar-benar klub, disitu pasti akan profesional dan tidak akan mau (tanpa degradasi). Sekarang buat apa, supaya ada kemajuan kan," katanya.

Umuh Muchtar meminta untuk tidak menyalahkan pandemi sehingga wacana tanpa degradasi muncul di Liga 1 2021. Terbukti, Piala Menpora 2021 bisa terselenggara dengan baik.

"Sekarang Liga semoga segera berjalan, aturan mah silakan mau tanpa penonton atau apapun juga pasti ikut karena situasi ini kan harus hati-hati seperti Piala Menpora kemarin, tidak ada penonton kan tidak masalah, tapi ada gairah, ada harapan para pemain, ada gairah dari Bobotoh, penonton, semua kan ada hiburan bisa nonton di TV, di rumah masing-masing kan lebih jelas nonton di rumah."

"Tapi silahkan saja orang-orang pintar dikaji, dikaji lagi, Exco-nya semua harus kompak. Ini siapa yang pertama mencetuskan dan siapa yang punya ide, ada kepentingan apa. Tidak boleh lah ya, semua harus fair, semua yang jadi pengurus itu harus fair, lillahita'ala demi kemajuan sepak bola Indonesia. Pemerintah sudah mendukung, sudah bagus, jadi jangan dirusak lagi aturan," tegasnya. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)