BolaSkor.com - PSSI telah resmi mengeluarkan surat keputusan bernomor SKEP/53/VI/2020 terkait dengan kelanjutan dari kompetisi Liga 1 2020 yang akan kembali dimulai pada Oktober mendatang. Namun sampai surat tersebut diterbitkan, PSSI belum menentukan tanggal kick off Liga 1.

Tidak hanya kompetisi saja yang tertera pada SK tersebut, salah satu yang menjadi bahasan PSSI adalah gaji pemain dan pelatih ketika Liga 1 bergulir pada Oktober nanti.

Sebelumnya untuk masalah gaji ini, PSSI sudah mengeluarkan SK dimana selama kompetisi berhenti karena force majeure, tim berhak membayarkan gaji pemain sebesar 25 persen saja dari bulan Maret sampai dengan Juni.

Baca Juga:

Keluarkan Surat Keputusan, PSSI Berharap Awal Oktober Kompetisi Sudah Bergulir

Kemenpora Belum Terima Laporan Enam Stadion, Sekjen PSSI Merespons

Pada SK terbarunya ada aturan baru dari PSSI. Untuk Liga 1 boleh negosiasi sebesar 50 persen, sementara Liga 2 sebanyak 60 persen atau sekurangnya di atas upah minimum regional (UMR) di daerah klub masing-masing.

"Akan diskusi lagi nanti dengan pemilik klub ke pemain dan pelatih. Tapi tidak sama dengan sebelumnya," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat jumpa pers di Kantor PSSI, Jakarta, Minggu (28/6) malam.

"Sebelumya itu, kan 25 persen untuk sekarang itu Liga 1 ada di kisaran 50 persen, Liga 2 sampai 60 persen dari total nilai kontrak," ucapnya.

Selain itu, mantan Kapolda Metro Jaya itu memastikan gaji yang diterima pemain dan pelatih tidak akan di bawah UMR domisili klub masing-masing.

"Pokoknya sekurang-kurangnya itu sesuai dengan upah menimum regional yang berlaku di masing-masing domisili klub dan akan diberlakukan pada satu bulan sebelum kompetisi dan sampai berakhi kompetisi," pungkasnya.