BolaSkor.com - Dampak wabah Corona Virus Disease (COVID-19) membuat penyelenggaraan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII/2021 terancam. KONI Jatim berencana membahas kesiapan tuan rumah Jember Raya dalam melaksanakan multievent dua tahunan ini dalam rapat pengurus, 25 Juni mendatang.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah memastikan Kabupaten Jember, Bondowoso, Lumajang dan Kabupaten Situbondo bertindak sebagai tuan rumah bersama.

Namun, baru dua tuan rumah yakni Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso siap menggelar ajang ini pada 2021. Sementara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Situbondo meminta ajang tersebut ditunda hingga 2022. Hal itu terungkap dalam virtual meeting empat tuan rumah bersama dengan KONI Jatim (19/6) kemarin.

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung, berjanji membawa hasil virtual meeting tersebut dan akan dibahas di forum pengurus KONI Jatim, apakah Porprov VII tetap digelar pada 2021 atau ditunda pada 2022.

“Hasil rapat ini akan kami sampaikan melalui forum dan diskusikan dengan seluruh pengurus KONI Kabupaten se-Jawa Timur. Karena di tubuh KONI sendiri juga ada 2 pilihan, yakni minta ditunda dan minta dilaksanakan,” kata Erlangga.

Baca Juga:

Mencari Atlet Esports Indonesia Terbaik Lewat Reality Show

New Normal, Tenis Sudah Ajukan Izin Latihan di Gelora Bung Karno

Persiapan Porprov VII menjadi salah satu bahasan pada rapat anggota pengurus KONI Jatim pada 25 Juni 2020. Pasalnya, pada 2021 atlet-atlet Jatim yang masuk kontingen Indonesia, juga mempersiapkan diri menghadapi tiga multievent internasional.

Diantaranya ada Olimpiade XXXII Tokyo (23 Juli-8 Agustus 2021), Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua (2-31 Oktober 2021), dan SEA Games XXXI Vietnam (21 November-2 Desember 2021).

Sementara itu, Ketua Umum KONI Lumajang, H. Ngateman menyebutkan persiapan pihaknya mengalami kendala dalam membina atlet dan venue karena pandemi COVID-19. “Persiapan atlet-atlet kami di Lumajang saat ini maupun atlet daerah belum tentu maksimal, apalagi bisa-bisa dana olaharaga dialihkan ke penanganan COVID-19,” katanya.

Karena itulah, Ngateman memberikan saran agar ditunda hingga 2022. Jika dipaksakan tahun 2021, pencapaian atlet yang diinginkan KONI Jatim dalam segi kualitas bisa menurun. "Jika itu terjadi, akan ada kendala mendapatkan atlet terbaik yang bisa mewakili Jatim di level nasional PON, bahkan internasional," sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua KONI Situbondo, Reno Widigdiyo. Bahkan pihaknya meminta agar pelaksanaan Porprov VII Jatim ditunda dan tidak dipaksakan digelar 2021.

Menurutnya, selain dana yang saat ini dialihkan untuk penanganan COVID-19, yang dihasilkan dari Porprov Jatim pun juga tidak akan maksimal. Apalagi even Porprov ini tidak sama dengan kegiatan hiburan yang hanya digelar dalam satu hari.

“Ajang ini akan digelar dalam beberapa hari, jadi kami minta untuk ditunda. Saat ini juga tidak adanya dana internal KONI Situbondo, sebab dana yang dianggarkan oleh Pemkab Situbondo Rp10,5 miliar, dibatalkan dan dialihkan untuk penanganan COVID-19,” kata Reno.

Namun, pandangan berbeda disampaikan Ketua KONI Jember, Abdul Haris Alvianto dan Ketua KONI Bondowoso Noer Sucahyo yang sama-sama siap menggelar pada 2021. Akan tetapi, dengan catatan situasi pandemi Covid-19 sudah berakhir. (Laporan Kontributor Kurniawan/Surabaya)