BolaSkor.com - Manajer asal Jerman, Jurgen Klopp, telah resmi teken kontrak baru dengan Liverpool hingga 2024. Itu artinya, Klopp akan berada di klub asal Merseyside selama sembilan tahun terhitung sejak ia menangani Liverpool.

Tanda tangan kontrak baru bagi pelatih atau manajer yang mampu meningkatkan performa tim merupakan hal yang wajar terjadi. Kendati demikian dalam sepak bola modern, tidak banyak klub seperti Liverpool yang dapat menaruh harapan penuh kepada sang manajer dalam jangka waktu panjang.

Tuntutan untuk meraih sukses dengan cepat (instan) berujung kepada nasib pelatih yang kerap disorot di era sepak bola modern. Petinggi atau manajemen klub tidak akan menahan keputusan untuk memecat pelatih apabila performa tim tidak bagus, inkonsisten, dan bagi klub-klub besar: meraih trofi.

Baca Juga:

Akhiri Spekulasi Latih Bayern Munchen, Liverpool Ikat Jurgen Klopp hingga 2024

Kisah di Balik Perburuan Takumi Minamino, Manchester United Tidak Tahu Adanya Klausul Pelepasan Murah

3 Alasan Takumi Minamino Pilihan yang Klop untuk Jurgen Klopp

Jose Mourinho, manajer yang sudah merasakan 'kejamnya' era sepak bola modern, pernah berkata seperti ini.

"20 tahun di satu klub? Saya pikir itu tak mungkin terjadi. Hidup modern, teknologi baru, media sosial – saya pikir segalanya punya pengaruh, bahkan mentalitas orang-orang, hubungan lebih cepat, mudah lelah, begitu banyak hal yang berubah," tutur Jose Mourinho, manajer Tottenham Hotspur.

"Tidak (hanya) sepak bola, tapi (hal-hal ini) mengubah dunia dan persepsi akan sesuatu, bahwa saya berpikir Wenger merupakan ‘orang atau satu’ yang terakhir. Ini hal buruk bagi kami."

"Kami harus beradaptasi dan kami harus coba membuktikan bahwa kami adalah sosok yang pantas untuk pekerjaan itu (manajer). Kami harus bertarung untuk pekerjan kami setiap harinya," lanjut Mourinho.

Jose Mourinho
Jose Mourinho

The Special One sadar jika sepak bola sudah tak lagi sama seperti dahulu kala. Manchester United dan Arsenal jadi bukti sahih dua tim tradisional Inggris yang mengikuti arus sepak bola modern.

Usai ditinggal Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger, Man United dan Arsenal tidak lagi memercayai suatu proses yang membutuhkan kesabaran untuk berkembang. David Moyes, Louis van Gaal, Mourinho, Unai Emery, tidak bertahan lama.

Akan tapi Liverpool berbeda. Klopp berhasil 'bertahan hidup' di ketatnya rimba persaingan dan tuntutan sukses instan. Butuh waktu empat tahun bagi Klopp untuk mempersembahkan trofi pertama - dan kedua - untuk Liverpool melalui raihan titel Liga Champions dan Piala Super Eropa.

Sebelum meraih trofi-trofi itu, Klopp juga dihujani kritikan karena membawa Liverpool ke dua final dan urung meraih trofi (Piala Liga dan Liga Europa). Mourinho bahkan pernah menyindir Klopp yang bertahan di satu klub tanpa trofi.

"Saya memenangi titel ke mana pun saya berada dan saya tak bisa melarikan diri dari mentalitas saya," tutur Mourinho.

"Beberapa pelatih suka menjual gagasan soal filosofi, tapi Anda harus menjual filosofi itu setelah Anda menang (meraih trofi). Jika Anda tidak memenangi apapun, apa gunanya?"

"Jika tim Anda bermain dengan sangat baik, tim Anda menang, jadi saya tidak suka kontradiksi-kontradiksi seperti itu yang kami miliki dalam sepak bola modern dewasa ini."

Ucapan itu telah menjadi masa lalu. Klopp telah teken kontrak baru dan ini jadi bukti Liverpool tidak terbawa arus sepak bola modern, meski di masa lalu mereka sempat kebingungan mencari pelatih dan menunjuk manajer seperti Roy Hodgson.