BolaSkor.com - Mantan striker Inter Milan Hakan Sukur menjalani profesi sebagai sopir taksi online di Amerika Serikat. Ia memilih pekerjaan tersebut karena mengalami krisis keuangan.

Mantan kapten timnas Turki itu telah pensiun dari dunia sepak bola pada 2008 untuk memilih dunia politik. Sukur pun menjadi anggota parlemen pada tahun 2011.

Baca Juga:

6 Musisi Top Penggemar Sepak Bola dan Klub Favoritnya

Akhiri Periode Minor Tanpa Kemenangan, Arsenal Menang di Laga ke-10 Kontra West Ham

Sayangnya dalam dunia politik membuat kehidupannya berantakan. Pada 2016, ia dituduh menjadi salah satu bagian dari pergerakan Fethullah Gulen yang berusaha melakukan kudeta terhadap pemerintahan Recep Tayyip Erdogan.

Tuduhan tersebut membuat dirinya harus diasingkan dari Turki dan tinggal di Amerika Serikat. Sebelum menjadi sopir taksi online, Hakan Sukur sempat berbisnis restoran dan berjualan buku.

"Saya tak punya apa-apa lagi, Erdogan merampas semuanya. Hak saya untuk hidup merdeka, kebebasan berekspresi dan hak untuk bekerja. Saya merasa tidak melakukan hal yang melawan hukum. Saya bukan pengkhianat atau teroris. Mungkin saya musuh pemerintah, tapi bukan musuh negara Turki," ungkapnya, dilansir dari Daily Mail.

Sebelum terjun ke dunia politik, pemain berjuluk Banteng Bosphorus itu sempat bersinar di Parma dan Inter Milan. Di Parma, pernah meraih gelar juara Coppa Italia 2002.

Hakan Sukur tercatat pernah mengantarkan timnas Turki ke semifinal Piala Dunia 2002. Setelah berpetualang di luar Turki, dia kembali ke Galatasaray pada 2003. Galatasaray menjadi klub terakhir Hakan Sukur, sebelum akhirnya pensiun pada umur 37 tahun.

"Saya sangat mencintai Turki. Setelah tak mendukung Erdogan, saya kerap mendapat ancaman. Toko istri saya diserang, anak-anak saya dilecehkan, ayah saya dipenjara, dan semua aset saya dibekukan," ujarnya dilansir Football Italia.

"Akhirnya saya pindah ke Amerika Serikat, awalnya sempat buka kafe di California. Namun beberapa kali orang-orang mencurigakan terus berdatangan. Sekarang saya jadi pengemudi Uber dan menjual buku-buku," kata Hakan Sukur.

Penulis: Alexander Matthew