BolaSkor.com - Pangeran Arab Saudi, Mohammad Bin Salman telah mengurungkan niatnya untuk membeli Newcastle United. Konsorsium Public Investement Fund (PIF) yang dipimpinnya sudah menarik diri dari proses akuisisi.

Pada pertengahan April lalu, PIF menggandeng PCP Capital Partners pimpinan Amanda Staveley untuk mewujudkan akuisisi ini. Pemilik Newcastle, Mike Ashley dikabarkan sepakat menjual klub yang dipimpinnya sejak 2007 silam dengan harga 300 juta poundsterling.

Namun keinginan Pangeran Salman memiliki Newcastle United mendapat penolakan dari banyak pihak. Ia dinilai memiliki rekam jejak yang buruk karena terlibat dalam sejumlah kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Baca Juga:

Proses Akuisisi Newcastle United oleh Pangeran Arab Saudi Terancam Batal

Akuisisi Klub Tidak Selalu Berbuah Manis

Ironi Sepak Bola Arab Saudi di Tengah Isu Pembelian Newcastle United

Pangeran Arab Saudi, Mohammad Bin Salman

Salah satu sponsor Premier League, BeIN Sports juga menghalangi akuisisi ini. Perusahaan asal Qatar itu menilai pemerintah Arab Saudi membiarkan penyiaran tayangan mereka secara ilegal sehingga menyebabkan kerugian material.

Tuntutan banyak pihak tersebut akhirnya membuat Premier League menunda akusisi Newcastle. Mereka meminta saran kepada pemerintah Inggris terkait polemik Pangeran Salman ini.

PIF merasa keinginan untuk memiliki Newcastle coba digagalkan berbagai pihak. Padahal mereka sudah menjawab berbagai tuduhan miring.

Di waktu hampir bersamaan, Pengusaha Amerika Serikat bernama Henry Mauriss coba membajak pembelian Newcastle. Ia bahkan siap membayar dengan harga lebih tinggi yaitu 350 juta poundsterling.

Dilansir Daily Mail, tawaran tersebut membuat Ashley tergoda. Ia meminta PIF menaikkan tawarannya.

Hal ini tentu membuat PIF geram. Mereka menganggap Ashley melanggar kesepakatan yang telah ditandatangani empat bulan lalu.

Akumulasi semua masalah ini akhirnya membuat PIF dan pangeran Salman menyerah. Mereka membatalkan proses akuisisi Newcastle.

"Kami telah mengambil keputusan untuk menarik minat kami untuk mengakuisisi Newcastle United. Kami melakukannya dengan penyesalan, karena bersemangat dan berkomitmen penuh untuk berinvestasi penuh di Newcastle serta percaya kami bisa mengembalikan klub ke sejarah awal, tradisi, dan prestasi," bunyi pernyataan resmi PIF.

"Pada akhirnya, selama proses berkepanjangan yang tak terduga, perjanjian komersial antara Grup Investasi dan pemilik klub berakhir dan investasi kami tidak dapat dipertahankan."

Amanda Steveley tak kalah kecewa. Wanita yang dianggap ahli dalam pengambilalihan klub Premier League itu meminta maaf kepada fans Newcastle yang sudah memberikan dukungan.

"Kami merasa hancur tapi berterima kasih kepada para penggemar, dan saya pribadi berterima kasih kepada penggemar atas semua dukungan. Mereka punya kesempatan, mereka semua bilang kami belum menjawab pertanyaan padahal kami sudah melakukannya," kata Steveley.

Mundurnya PIF membuat Henry Mauriss kini menjadi kandidat terkuat untuk menjadi pemilik baru Newcastle. Kesepakatan harus segera dibuat agar The Magpies bisa berbenah sebelum musim 2020-2021 bergulir.