BolaSkor.com - Andrea Dovizioso merupakan contoh pembalap MotoGP yang justru bersinbar ketika usianya tidak muda lagi.

Hal di atas diperkuat oleh data statistik. Tercatat pembalap Ducati itu hanya memenangkan satu lomba dalam kurun waktu sembilan musim pertama di MotoGP.

Baca Juga:

Prestasi Yamaha Anjlok di MotoGP: 2012-2015 Raih 30 Kemenangan, 2016-2019 Hanya 13

Loris Capirossi: Valentino Rossi Bisa Pensiun Akhir Musim 2020

Namun kini ia sudah mengantongi 14 kemenangan dan tiga musim terakhir, Dovizioso selalu berstatus sebagai runner-up saat Marc Marquez keluar sebagai juara.

Mengutip dari situs speedweek.com, ada beberapa kunci yang membuat sosok Dovizioso bertransformasi dari pembalap biasa saja menjadi pembalap yang konsisten meraih kemenangan.

Salah satu yang paling menarik adalah psikolog. "Dalam beberapa tahun terakhir, Dovi (sapaan akrab Dovizioso) tidak hanya menjaga kondisi fisiknya, tapi juga pikirannya," tulis speedweek.

Ya, Dovi memang dikenal memiliki hubungan dekat dengan beberapa psikolog. Seperti psikolog olahraga, Eugenio Lizama. Diketahui Lizama telah bekerja sama dengan banyak pembalap bintang di motorsport.

Amadeo Maffei dan Bruno Demichelis juga dua psikolog yang memiliki kedekatan dengan Doci beberapa musim terakhir.

Sangat penting memang buat pembalap untuk melatih otak dengan tujuan meningkatkan kemampuan konsentrasi. Tidak hanya itu, sering berkonsultasi dengan psikolog juga mempersiapkan mental seorang pembalap untuk menghadapi pertarungan sulit.*

Baca Berita Selengkapnya soal MotoGP Lainnya di KabarOto.com