BolaSkor.com - Penyerang legendaris Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, tampil di empat edisi Piala AFF (sebelum 2007 bernama Piala Tiger). Kurniawan masuk Skuat Timnas Indonesia di ajang turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut pada 1996, 1998, 2000, dan 2004.

Dari pengalaman itu, Kurniawan memilih satu pertandingan yang paling berkesan. Laga yang dipilih Kurniawan adalah leg kedua semifinal Piala AFF 2004 melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil pada 3 Januari 2005.

Timnas Indonesia datang ke pertandingan tersebut bermodalkan kekalahan 1-2 pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 28 Desember 2004. Satu-satunya gol Timnas Indonesia di laga itu disumbangkan oleh Kurniawan pada menit keenam.

"Waktu itu (leg pertama) Ilham (Jaya Kesuma) kena kartu kuning di pertandingan sebelumnya, jadi saya main dari awal karena di turnamen itu memang saya jadi pelapis," kata Kurniawan kepada BolaSkor.com.

Baca Juga:

Kurniawan Dwi Yulianto, Sakralnya Berseragam Timnas hingga Top Skorer Piala AFF

Legenda Piala AFF: Noh Alam Shah, Top Skorer Milik Singapura

Dengan hasil tersebut, maka Timnas Indonesia harus meraih kemenangan minimal 1-0 di kandang Malaysia untuk melaju ke babak final. Namun, Timnas Indonesia justru tertinggal di babak pertama akibat gol Muhamad Khalis Jamlus pada menit 28.

Skor tersebut memaksa Skuat Garuda harus mencetak minimal 4 gol di babak dua. Dan, keajabiban itu tiba.

Pada babak kedua, pelatih Timnas Indonesia kala itu, Peter Withe, memasukkan Si Kurus, julukan Kurniawan, untuk menggantikan Ismed Sofyan. Masuknya Kurniawan membuat serangan Timnas Indonesia menjadi lebih hidup.

Kurniawan pun langsung membuktikan tajinya dengan mencetak gol pada menit 59. Gol tersebut seakan jadi pelecut semangat bagi rekan-rekannya.

Selepas gol tersebut, para pemain Timnas Indonesia sangat intens dalam melakukan serangan. Tiga gol tambahan akhirnya bersarang ke gawang Malaysia lewat Charis Yulianto (74'), Ilham Jaya Kesuma (77') dan Boaz Solossa (84').

Skor 4-1 cukup untuk meloloskan Kurniawan Dwi Yulianto dkk. ke partai final. Timnas Indonesia unggul agregat 5-3 dari Harimau Malaya.

"Pertandingan itu yang paling berkesan, karena di leg pertama kami kalah 2-1 di Senayan dan saya mencetak gol waktu itu," ujar Kurniawan.

"Saya ingat coach Peter Withe bilang ke saya (sebelum pertandingan). Dia bingung mau pasang saya atau Ilham (untuk leg kedua), karena saya dan Ilham sama-sama bisa mencetak gol. Saya bilang, tidak masalah, saya ikuti apapun keputusan coach."

"Akhirnya coach pasang Ilham (di leg kedua). Saat kami ketinggalan 1-0, di menit 50 sekian, Peter Withe bilang ke saya, Kurniawan, saya mau kamu masuk dan cetak gol. Alhamdulillah, saya bila laksanakan itu dan kami comeback dengan skor 4-1," tutur si Kurus.

Sayangnya di partai final, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Singapura dengan agregat 2-5. Indonesia gagal untuk ketiga kalinya secara beruntun di final setelah di 2000 dan 2002 juga kalah oleh Thailand.

Di Piala AFF 2004, Timnas Indonesia hanya mendapat gelar hiburan lewat sepatu emas (top skorer) yang didapat Ilham Jaya Kesuma dengan 7 gol. Sementara Kurniawan mencetak lima gol.