BolaSkor.com - Real Madrid mampu memenangi persaingan dengan Barcelona untuk merebut gelar juara LaLiga 2019-2020. Lini pertahanan ternyata jadi faktor pembeda dalam persaingan kedua musuh bebuyutan tersebut musim ini.

Madrid dan Barcelona sama-sama mengawali musim dengan kurang konsisten. Kedua klub itu bahkan sempat dikangkangi tim sekelas Granada di klasemen.

Pada paruh musim, Barcelona dan Madrid sama-sama mengemas 40 poin. El Barca hanya unggul selisih gol sehingga berhak memimpin klasemen.

Ketika putaran kedua dimulai, Barcelona diguncang dengan kabar pemecatan Ernesto Valverde dari kursi pelatih. Quique Setien kemudian ditunjuk sebagai pengganti.

Keputusan ini mungkin akan disesali manajemen Barcelona. Bersama Setien, permainan Lionel Messi dan kawan-kawan justru kembali tak stabil.

Baca Juga:

4 Rekor yang Berhasil Dipecahkan Lionel Messi Sepanjang LaLiga 2019-2020

Lionel Messi Pecahkan Rekor Legenda Barcelona di LaLiga

Leganes 2-2 Real Madrid, Sergio Ramos Pecahkan Rekor Abad 21 di LaLiga

Selain itu, masalah di luar lapangan juga mulai mengganggu fokus Barcelona. Puncaknya, mereka terpeleset di masa-masa krusial dan dimanfaatkan Madrid dengan maksimal.

Pergantian pelatih Barcelona harus diakui menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jalannya perburuan gelar juara. Ceritanya mungkin akan berbeda andai Valverde tak dipecat.

Secara statistik, performa Madrid dan Barcelona sebenarnya memiliki banyak kemiripan musim ini. Mereka lebih mengandalkan kolektivitas permainan ketimbang bergantung kepada kualitas bintangnya.

Hal itu bisa dilihat dari jumlah pemain yang sukses mencatatkan namanya di papan skor sepanjang musim 2019-2020. Barcelona menyumbang 18 pemain sedangkan Madrid 21 pemain.

Barcelona memang masih mengandalkan Messi sebagai tumpuan mencetak gol. La Pulga merebut gelar pichichi dengan koleksi 25 gol.

Namun masuknya 17 nama lain dalam daftar pencetak gol merupakan sebuah catatan istimewa bagi Barcelona. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dilakukan klub Catalunya itu sejak musim 1998-1999.

Madrid lebih hebat lagi. Jumlah 21 nama pencetak gol berbeda dalam semusim merupakan sebuah rekor baru pada abad ke-21.

Dari statistik di atas, Madrid dan Barcelona terbukti memiliki kekuatan lini depan yang seimbang musim ini. Namun hal berbanding terbalik terjadi di lini pertahanan.

Madrid jauh lebih kuat dari Barcelona di sektor ini. Cara paling mudah untuk membuktikan hal itu adalah dengan melihat jumlah kebobolan kedua tim.

Madrid menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di LaLiga 2019-2020 dengan jumlah 25 gol. Gawang mereka juga tak sekalipun jebol lewat sepakan dari luar kotak penalti.

Kokohnya lini pertahanan Madrid juga bisa dilihat dari cara mereka kebobolan. Tak ada satu pun lawan yang mampu mencetak gol dari luar kotak penalti sepanjang musim ini.

Sementara lini pertahanan Barcelona terlihat lebih rapuh. Mereka harus memungut bola dari dalam gawang sebanyak 38 kali.

Jumlah tersebut memaksa Barcelona hanya berada di tempat kelima dalam daftar klub paling sedikit kebobolan. Tujuh gol di antaranya terjadi pada masa pandemi.

Perjalanan sepanjang musim ini tentu bisa menjadi bahan evaluasi Barcelona untuk berbenah. Sejauh ini mereka lebih sering dikaitkan dengan sejumlah penyerang meskipun lini pertahanan merupakan titik lemah yang sangat jelas terlihat.