BolaSkor.com - LaLiga musim 2019-2020 yng sempat terhenti sejak Maret silam kembali dilanjutkan Jumat (12/6) dini hari wib. Duel Sevilla kontra Real Betis bertajuk El Gran Derby di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan menjadi laga pembuka.

Sevilla yang tampil di kandang sendiri berhasil memenangi pertandingan dengan skor 2-0. Gol-gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Lucas Ocampos lewat titik putih dan Fernando.

Sejumlah fakta menarik mengiringi kembalinya LaLiga. Seperti diketahui, kompetisi Spanyol tersebut menjadi liga elite Eropa kedua setelah Bundesliga yang bergulir di masa pandemi virus corona.

Seperti halnya Bundesliga, LaLiga juga melanjutkan kompetisi secara tertutup. Namun segelintir suporter Sevilla tetap hadir di sekitar area stadion.

Baca Juga:

Potensi Penonton Hadir dalam Lanjutan Laga LaLiga di Tengah Pandemi Virus Corona

LaLiga Kembali Bergulir, Gran Derbi Milik Sevilla, Lucas Ocampos Jadi Bintang Laga

Arsene Wenger Tak Terkejut Lihat Barcelona Beli Penyerang Baru untuk Gantikan Griezmann

Mereka menunggu bus tim pujaannya tiba di depan gerbang stadion sebagai bentuk dukungan yang lain. Namun hal ini merupakan sebuah tindakan mengabaikan protokol kesehatan sekaligus aturan physical distancing.

Duel Sevilla dan Real Betis ini juga dimeriahkan suporter virtual. Kehadiran penonton tak nyata beserta suaranya itu terlihat jelas dari televisi yang membuat stadion seolah penuh sesak.

Gambar suporter virtual di laga ini sebenarnya diambil dari game FIFA 20. Sementara suara penonton merupakan rekaman asli dari laga-laga sebelumnya.

Gambar suporter virtual dalam laga Sevilla kontra Real Betis

Ini merupakan penerapaan teknologi 3D dari MediaPro yang bekerja sama dengan LaLiga. Jadi, setiap pertandingan akan ditayangkan dengan dua saluran secara paralel.

Saluran pertama akan menampilkan pemandangan sebenarnya berupa stadion kosong. Sementara saluran lain menampilkan pemandangan stadion penuh sesak dengan kehadiran penonton virtual.

Namun tayangan dengan penonton virtual ini masih memliki beberapa kelemahan. Salah satunya ketika kameramen memindahkan arah kamera maka tribun tersebut kembali menjadi kosong.

Suara rekaman suporter juga tidak terlalu terdengar jelas di televisi. Hal ini justru bisa mengurangi konsentrasi penonton dalam menyaksikan pertandingan.

Sejumlah terobosan yang dilakukan LaLiga patut diapresiasi. Seiring berjalannya waktu, berbagai kekurangan tentu bisa diperbaiki.