BolaSkor.com - LaLiga, salah satu liga top di Eropa, tidak pernah kehabisan ide untuk memajukan sepak bola di Spanyol mengikuti arus era modern. Tidak hanya berusaha menambah jumlah fans di seluruh dunia, LaLiga juga memiliki teknologi modern bernama LaLiga Manager.

Teknologi dalam bentuk aplikasi itu bukan hal yang baru lagi di Spanyol karena mereka telah menggunakannya sejak bursa transfer musim panas 2016. Selain itu, LaLiga Manager bukanlah aplikasi yang dijual bebas untuk publik dan diperuntukkan untuk manajemen klub-klub Spanyol.

Eksistensi LaLiga Manager membawa LaLiga dan sepak bola Spanyol ke era modern: tanpa faksimile, telepon, surat, dan alat komunikasi di masa lalu yang turut menjadi bagian sejarah transfer pemain di Eropa dan dunia.

Baca Juga:

LaLiga Dominasi Klub Terboros Eropa, Tim Promosi Premier League Masuk 10 Besar

Rapor Rekrutan Anyar Real Madrid: Eden Hazard Melempem, Rodrygo Menjanjikan

Proyek Los Galacticos Jilid III Real Madrid Habiskan Rp 4 Triliun

LaLiga Manager dapat diakses oleh petinggi klub-klub di mana pun mereka berada untuk merampungkan transfer pemain dan melaporkan kepada LaLiga. Dengan keamanan yang dijamin oleh pihak LaLiga, mendaftarkan dokumen atau info soal pemain menjadi mudah, tidak harus dilakukan di kantor.

Uniknya, jika ditelisik lebih dalam lagi, pengenalan LaLiga Manager pada 2016 terjadi tepat setahun setelah drama transfer yang melibatkan dua kiper, David De Gea dan Keylor Navas, serta dua klub: Manchester United dan Real Madrid.

David De Gea dan Keylor Navas

Pada musim panas 2015, tepat di penghujung bursa transfer musim panas, De Gea sudah semakin dekat kembali ke Spanyol dan gabung Madrid yang mencari pengganti Iker Casillas, sementara Navas menjadi bagian barter pemain. Bahkan De Gea sudah ada di Spanyol kala itu.

Akan tapi, transfer tersebut batal dan kedua klub ngotot tidak mau disalahkan atas kegagalan tersebut. Man United beralasan Madrid belum mengembalikan dokumen transfer Navas, sementara Madrid mengklaim Man United sengaja terlambat mengirim dokumen De Gea.

Navas, selang beberapa hari setelah transfer itu batal terjadi, disinyalir menangis karena ia dilibatkan Madrid sebagai pemulus transfer De Gea tanpa sepengetahuannya dan bertentangan dengan batinya untuk bermain di Madrid.

De Gea pun bertahan di Old Trafford sampai saat ini dan sudah melewati lima era kepelatihan dari: Sir Alex Ferguson, David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, dan Ole Gunnar Solskjaer. Jika dihitung manajer interim (sementara), De Gea juga pernah dilatih Ryan Giggs.

Tak pelak dengan adanya LaLiga Manager, maka keterlambatan dalam mengirim dokumen seperti kasus De Gea-Navas itu tidak terjadi lagi. Tidak ada alasan lagi formulir dalam bentuk kertas yang belum diisi dan sebagaimana lainnya. Lalu, bagaimana cara kerja LaLiga Manager?